UTI Realisasikan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Secara Sistematis, Terarah dan Terukur

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim, MBA, telah mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Kebijakan Menteri muda ini, sempat membuat pelaksana dan pengelola pendidikan di Indonesia banyak yang tandatanya. Namun, akhirnya kampus mulai menerima. Bagaimana kalangan kampus merealisasikan kebikan Mendikbud. Salah satu PTS Terbesar di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia menyikapinya dengan sangat bijak, dengan membuat Peraturan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nomor 002/UTI/B.3.1/III/2020, yang ditandatangi Rektor Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, pada 30 Maret 2020.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia HM. Nasrullah Yusuf, melalui Wakil Rektor I Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, kepada Warta9.com, Kamis (10/92020), menjelaskan, bahwa Universitas Teknokrat Indonesia telah menindaklanjuti kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim terkait Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Peraturan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia itu, dilakukan secara sistematis, terarah dan terukur sehingga bermuara pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di kampus Universitas Teknokrat.

Mahathir Muhammad menjelaskan, tujuan kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Universitas Teknokrat Indonesia, menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai
perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat.

Merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan. Meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman. Menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. Mewujudkan pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya dalam rangka melaksanakan program-program experiential learning dengan jalur yang fleksibel.

Dalam merealisasikan kebijakan ini lanjut Mahathir Muhammad, ada persyaratan dalam pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Universitas Teknokrat Indonesia. Peserta merupakan: Mahasiswa berasal dari Program Studi yang terakreditasi. Mahasiswa aktif yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sedangkan Ruang Lingkup Program dan Pengakuan Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Universitas Teknokrat Indonesia antara lain; Pertukaran Mahasiswa, Magang/Praktik Kerja, Asistensi Mengajar Pada Satuan Pendidikan, Penelitian/Riset, Kegiatan Wirausaha, Pengabdian Kepada Masyarakat/Proyek Kemanusiaan, Studi/Proyek Independen, Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *