Hallo Campuspedia Friends! Sudah sekiranya hampir setahun kita melakukan perkuliahan secara daring atau online. Selama kuliah online tersebut, banyak nih plus minus yang dirasakan mahasiswa maupun dosen. Hal yang paling dirasakan adalah ketidak efektifan dari pembelajaran online. Para mahasiswa merasa kalau mereka jadi gak paham materi kuliah karena keterbatasan keadaan. Maka dari itu, Minca mau kasih tips metode belajar yang efektif banget nih selama kuliah online. Kuy baca!

Baca juga : 

1. Colong Start

Sebelum kelas dimulai, coba kamu buka materi perkuliahan yang akan dibahas di kelas nanti. Kamu bisa buka PPT, video, atau modul yang sudah dikasih oleh dosen. Dengan nyolong start kaya gini, kamu bisa meningkatkan fokus pada saat perkuliahan berlangsung lho. Ibarat kamu nonton film yang sama dua kali, kamu pasti bakal lebih memperhatikan detail-detail kecil pada saat nonton film untuk kedua kalinya. Dengan begini kamu pasti bakal lebih paham.

2. Bikin ruangan belajarmu senyaman mungkin

Kamar atau ruangan belajar yang berantakan akan membuatmu semakin mager buat melakukan apa-apa. Kalau ruangan belajarmu rapi, bersih, tenang, dan nyaman, itu bisa bikin kamu bersemangat dan rileks saat belajar. Sehingga kamu jadi lebih mudah menyerap materi kuliah.

3. On cam & dressed well

Salah satu distraksi terbesar saat kuliah online salah satunya adalah rebahan yang berujung ke alam mimpi, pas bangun udah tinggal sendirian di zoom (hayoo siapa yang pernah?). Hal kaya gini justru yang bikin belajar selama kuliah online jadi gak efektif, ujung-ujungnya kamu jadi gak ngerti deh apa penjelasan dosen.

Nah, dengan menyalakan kamera dan berpakain rapih bisa menghindari distraksi rebahan dan multitasking sehingga bisa catch on materi kuliah sampai akhir. Selain itu, on cam juga salah satu attitude untuk menghargai dosen pengajar.

4. Catat apa yang dikatakan dosen

Metode belajar paling penting saat kuliah online tentunya mencatat apa yang dijelaskan oleh dosen saat di zoom atau google meet. Walaupun kamu gak ngerti pun, setidaknya kamu catat poin-poin pentingnya ya. Ini berguna banget kalau kamu mau mereview materi kembali, kamu bisa jadi ingat detail-detail kecil yang telah kamu catat.

5. Putar ulang rekaman materi kuliah

Karena kita menggunakan fitur Zoom atau Google Meet, kita bisa manfaatkan buat record perkuliahan nih. Dari rekaman itu kamu bisa mengulas kembali apa yang telah dijelaskan oleh dosen yang barangkali ada yang kamu lewatkan. Ini juga berlaku buat kamu yang materinya berbentuk video. Dengan video, enak banget nih bisa diputar ulang terus menerus sampai kamu ngerti.

Baca juga : 

6. Manfaatkan internet sebagai media belajar

Internet itu jangan cuman dipake buat scroll sosmed, nonton Youtube, atau main game doang. Kamu bisa manfaatkan platform belajar di Internet lho. Contohnya Youtube. Youtube itu gak cuman sekadar konten vlog atau film hiburan aja. Kalau kamu berniat cari, bisa aja kok nemu video yang bahas materi kuliah kamu.

Gak cuman Youtube, sosmed pun sekarang sudah banyak yang memberikan konten-konten berhubungan sama suatu jurusan atau ilmu-ilmu yang bisa nambah insight baru ke kamu lho. Karena internet bisa digunakan kapanpun dimanapun, kamu bisa belajar online di rumah sepuasnya bukan?

7. Buat rangkuman materi yang menarik

Hal paling penting dalam suatu metode belajar selama kuliah online adalah membuat rangkuman materi. Alangkah baiknya kalau kamu membuat rangkuman menarik dengan bentuk tulis tangan. Dengan menulis kamu bisa sambil membaca kembali dan bisa memahami dengan gaya bahasamu sendiri.

Kamu bisa juga mempercantik rangkuman kamu. Misalnya dngan membuat mind mapping atau sekadar tulisan berwarna-warni. Rangkuman yang menarik bisa membuat kamu betah buat baca terus-menerus.

8. Kenali tipe gaya belajar kamu

Setiap orang itu punya gaya belajarnya masing-masing. Dari tipe tersebut, bisa jadi tips belajar buat kamu. Nah biasanya ada beberapa tipe nih, yaitu :

  • Gaya belajar visual cenderung menggunakan indera penglihatan dibandingkan pendengaran. Orang ini biasanya lebih tajam mengamati sebuah objek dan cenderung tertarik dengan cara melihat tulisan, gambar, poster, diagram, grafik, dan sebagainya untuk memahami informasi.
  • Gaya belajar audiotorial  cenderung menggunakan indera pendengaran. Kalian yang memiliki gaya belajar ini lebih mudah menyerap informasi melalui suara. Kalian mudah menangkap informasi melalui media ceramah, dialog, diskusi, rekaman, bahkan musik.
  • Gaya belajar kinestetik cenderung menggunakan indera perasa atau olah tubuh. Kalian akan lebih senang melakukan gerakan-gerakan fisik bahkan sentuhan dalam menyerap informasi. Kalian lebih suka mempraktekan apa yang kalian pelajari secara langsung.

9. Malu bertanya sesat di jalan

Ketika kamu sudah paham materi, pasi ada satu dua pertanyaan yang ada di benakmu. Nah, kamu jangan malu-malu buat bertanya pada dosen ketika kelas berlangsung. Gak usah takut dihentak atau dikritik sama dosen, kan ini buat kebaikan kamu juga biar gak punya pemikiran yang salah terhadap jawaban atas pertanyaanmu itu.

Tapi kalau kamu masih gak berani, coba diskusikan sama temanmu. Ngobrol sama teman lebih enak bukan? Berdiskusi sama teman juga bisa berguna karena karena umur kalian yang sebaya membuat kalian juga pemikiran yang sama. Dari situ kalian bisa aja klop dan menemukan jawaban atas pertanyaanmu itu.

10. Review, review, review

Metode belajar apapun yang dicoba gak akan efektif kalau kamu gak pernah review materinya. Mereview ulang materi penting banget buat reminder kembali ingatan kamu sama isi materi yang telah kamu pelajari. Nah, kamu bisa menerapkan teknik Feynman atau Pomodoro lho.

adalah metode dimana kamu belajar seolah-olah sedang mengajarkannya ke orang lain. Nah, kalau kamu belum bisa menjelaskan materi tersebut artinya ada bagian yang belum paham dan harus pelajari lebih lanjut.

Sedangkan adalah teknik pembagian waktu belajar diselingi istirahat supaya nggak jenuh. Idealnya waktu yang diterapkan teknik pomodoro ini belajar 25 menit dan istirahat selama 5 menit.

Baca juga : 

Jangan lupa untuk follow akun , , , , , dan  dari Campuspedia biar kamu gak makin ketinggalan info seputar kampus, karir, dunia mahasiswa, beasiswa, dan info menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *