Tangis Celine Evangelista pecah saat antarkan putrinya mondok di pesantren [titlebase] menjadi momen yang sangat berkesan bagi aktris berusia 34 tahun ini. Celine Evangelista membuat keputusan besar dalam hidup dengan memondokkan putri sulungnya, Jemima Guri, ke sebuah pondok pesantren supaya dia bisa mempelajari ilmu agama dengan baik.
Celine Evangelista mengunggah video yang memperlihatkan saat ia mengantar sang putri ke pesantren. Terdapat sejumlah momen kebersamaan antara Celine bersama sang putri dalam proses pengenalan lingkungan pesantren. Dalam video diunggah di akun Instagram pribadinya @celine_evangelista, terlihat air mata Celine pecah saat harus berpisah dengan sang putri.
Bagi Celine, momen perpisahan dengan Jemima terasa sangat berat mengingat selama ini mereka selalu bersama. "Mengantar anakku jauh bukan karena ingin berjauhan, tetapi karena ingin dia tumbuh lebih dekat kepada Allah, lebih mandiri, dan lebih berilmu,"tulis Celine Evangelista dalam unggahannya di Instagram.
Celine mengakui sungguh sangat berat momen harus berpisah dengan sang putri. Namun, itu harus terjadi demi kebaikan putrinya di masa depan. "Jujur, hati aku nggak sanggup waktu mau ninggalin dia. Rasanya mau terus aku lihatin dan temani. Sampai sudah waktunya aku pulang pun, aku masih ngintipin dia di masjid. Kayak mau makesure apa dia baik-baik aja ya," ungkap Celine.
Tangis Celine Evangelista pecah saat antarkan putrinya mondok di pesantren [titlebase] karena ia menyadari bahwa keputusan ini merupakan langkah besar dalam hidupnya. Celine Evangelista berdoa agar Jemima senantiasa dalam penjagaan dan mendapat perlindungan Allah, sehingga dia bisa fokus menuntut ilmu di pesantren tanpa mengalami hambatan.
Tangis Celine Evangelista pecah saat antarkan putrinya mondok di pesantren [titlebase] juga menjadi bukti bahwa Celine sangat peduli dengan pendidikan agama putrinya. Celine Evangelista mengakui bahwa Tangis Celine Evangelista pecah saat antarkan putrinya mondok di pesantren [titlebase] merupakan momen yang sangat sulit baginya, tetapi ia harus melakukan ini untuk kebaikan putrinya.
Di akhir, Celine Evangelista berharap bahwa putrinya dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah, lebih mandiri, dan lebih berilmu. Tangis Celine Evangelista pecah saat antarkan putrinya mondok di pesantren [titlebase] menjadi bukti bahwa Celine sangat mencintai dan peduli dengan putrinya.
Kesimpulan dari Tangis Celine Evangelista pecah saat antarkan putrinya mondok di pesantren [titlebase] adalah bahwa Celine Evangelista sangat peduli dengan pendidikan agama putrinya dan ingin putrinya tumbuh menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah, lebih mandiri, dan lebih berilmu.





