Bagasi menjadi perhatian utama bagi para penumpang pesawat, terutama dengan adanya perubahan aturan bagasi gratis yang diberlakukan oleh Garuda Indonesia mulai 1 September 2026. Maskapai ini beralih dari sistem berbasis berat (weight concept) menjadi sistem berbasis jumlah koper (piece concept), yang berarti jatah bagasi gratis penumpang dihitung berdasarkan jumlah koper bukan total berat bagasi.
Perubahan aturan ini berlaku untuk seluruh tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026 dan akan mempengaruhi bagaimana penumpang mempersiapkan barang bawaan mereka. Dengan sistem piece concept, informasi kapasitas bagasi akan lebih jelas dan mudah dipahami, karena setiap tiket akan mencantumkan jumlah koper yang dapat dibawa beserta batas berat maksimum untuk masing-masing koper.
Sementara itu, di Bandara Sentani, terjadi penangkapan penumpang yang mencoba menyelundupkan ganja seberat 2,6 kilogram. Penyelundupan ini terjadi ketika calon penumpang Lion Air berinisial RGNS (23) mencoba membawa ganja kering siap edar menggunakan transportasi udara dari Jayapura menuju Sorong, Papua Barat Daya.
Penangkapan ini berawal dari kecurigaan petugas Aviation Security (Avsec) PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sentani saat melakukan pemeriksaan bagasi di area Pre-Screening Check Point (PSCP). Setelah melewati mesin X-Ray, petugas menemukan adanya bungkusan-bungkusan yang mencurigakan di dalam tas ransel hitam dan koper pakaian berwarna merah milik pelaku.
Dalam kasus lain, TransNusa mengumumkan pembukaan rute penerbangan langsung dari Denpasar, Bali, menuju Phuket, Thailand, yang akan mulai beroperasi pada 9 September 2026. Rute baru ini menghubungkan dua destinasi wisata unggulan di kawasan Asia Tenggara dan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata serta memperkuat posisi Bali sebagai salah satu hub penerbangan internasional.
Dalam beberapa kasus, bagasi juga menjadi sorotan karena kejadian kriminal, seperti pencurian dan perusakan sepeda motor milik mahasiswa di Makassar. Kejadian ini terjadi setelah korban diteriaki begal oleh pengendara lainnya, sehingga korban menyelamatkan diri dan meninggalkan sepeda motornya, yang kemudian dirusak dan kehilangan uang tunai sekitar Rp 3,5 juta dari bagasi.
Kesimpulan dari beberapa kasus di atas menunjukkan bahwa bagasi memainkan peran penting dalam perjalanan udara dan keamanan bandara. Perubahan aturan bagasi oleh Garuda Indonesia dan kasus penyelundupan di Bandara Sentani menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan bagasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan.





