Investasi Rp80 miliar, pembangunan TOD pertama di Bekasi resmi dimulai dengan dilaksanakannya groundbreaking TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pembangunan perkotaan yang terintegrasi melalui konektivitas antarmoda transportasi dan tata ruang yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa pembangunan kawasan TOD hanya dapat terwujud melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa konsep TOD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan ekosistem perkotaan yang mampu mengintegrasikan kawasan hunian, pusat pekerjaan, pendidikan, bisnis, layanan kesehatan, hingga fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari.
Investasi Rp80 miliar, pembangunan TOD pertama di Bekasi resmi dimulai dan ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan atau pada Desember 2027. Proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan akan terdiri dari tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge.
Investasi Rp80 miliar, pembangunan TOD pertama di Bekasi resmi dimulai dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan bahwa pembangunan kawasan berbasis transit harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia menilai bahwa investasi Rp80 miliar, pembangunan TOD pertama di Bekasi resmi dimulai merupakan salah satu solusi strategis untuk mengurai kemacetan sekaligus menjawab tantangan urbanisasi yang terus meningkat.
Investasi Rp80 miliar, pembangunan TOD pertama di Bekasi resmi dimulai dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui integrasi kawasan hunian, tempat kerja, pendidikan, pusat bisnis, hingga fasilitas umum. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati mobilitas yang lebih efisien, kualitas lingkungan yang lebih baik, serta kehidupan yang lebih produktif.
Kesimpulan, investasi Rp80 miliar, pembangunan TOD pertama di Bekasi resmi dimulai merupakan langkah strategis untuk mendorong pembangunan perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.





