Hallo Campuspedia Friends! Pernah denger Deliberate Practice, nggak ? Praktik ini berbeda loh dengan penerapan praktik-praktik atau latihan dalam mengasah satu hal yang ingin kita kuasai.

Dalam konteks persiapan karir, kalian mungkin pernah mendengar ..

karir ini akan sangat cemerlang di masa depan’, atau

skill ini akan sangat dibutuhkan di masa mendatang’.

Lalu dengan cekatan kalian mencari skill tersebut. Bahkan juga ada yang berniat mempelajarinya.

 

Baca juga :

 

Muncul nama satu skill, sebut saja copywriting. Maka dengan dasar ‘skill yang dibutuhkan’ itu, apakah kalian harus terus-menerus menulis untuk mengasah skill copywriting?

Hal tersebut kurang efektif karena bentuk latihan terus-menerus seperti itu tak memiliki target dan tujuan yang spesifik tiap langkahnya.

Apa itu Deliberate Practice ?

‘Deliberate Practice refers to a special type of practice that is purposeful and systematic’

‘Deliberate Practice mengacu pada jenis praktik khusus yang bertujuan dan sistematis.’

Namanya latihan, bagi banyak orang adalah dengan melakukan hal tersebut secara terus menerus tanpa target dan tujuan. Sedangkan Deliberate Practice, membutuhkan suatu fokus yang akan diperhatikan dan dilakukan dengan tujuan khusus untuk meningkatkan kinerja atau kemampuan.

Challenge utama dalam tipe latihan ini adalah fokus dan target. Setelah memutuskan apa yang harus dilakukan – lihat kemampuan – dan evaluasi bagian mana yang butuh dievaluasi dan perlu ditingkatkan.

Baca juga :

Contoh dan langkah Deliberate Practice

Daripada bingung tentang gambaran pengertian tadi, mari kita lanjut saja pada contoh-contoh dalam dunia nyatanya :

  1. Dalam kasus tryout UTBK misalnya :
    • Setelah mengikuti try out pertama, kalian akan tau dan merasakan dalam materi apa kalian lemah.
    • Lalu ketemu kalian lemah di subtes PPU
    • Latih subtes dan pemahaman disana secara terus-menerus,dengan tujuan akhirnya kamu memahami subtes PPU
    • Tryout lagi dan lihat apakah terjadi peningkatan pada skor tryout mu
    • Jika iya, maka evaluasi hal yang lain. Jika tidak, maka fokus dan latihan lagi.

      Baca juga :

  2.  Kamu pengen punya skill pemrograman :
    • Lihat dulu mau perdalam bahasa pemrograman mana, tools nya butuh apa aja
    • Minggu ini target paham perintah dan syntax yang tertentu, misal print, input, dan statement if terlebih dahulu
    • Minggu depan tes lagi udah paham belum dengan penggunaan-penggunaannya, kalo udah, cari target lain. Kalau belum, latih lagi sampai terasa yakin.
  3. Pingin punya skill public speaking yang mumpuni :
    • Apakah dengan terus-menerus ngomong di hadapan orang? Engga gitu ya, Campuspedia Friends! 
    • Identifikasi coba apa kendala kamu pas ngomong di depan orang banyak
    • Misal kamu gugup, apa yang bisa menetralisir kegugupan itu?
    • Pikir pikiran positif, menguasai materi, dan timbal balik dengan audience.
    • Kalau misal sudah menerapkan pikiran positif dan berhasil mengatasi kegugupan, lakukan step-step lain untuk meningkatkan nilai public speaking kamu.

Dari beberapa contoh di atas, bisa dilihat bahwa Deliberate Practice adalah tentang bagaimana kamu mengatasi kelemahan kamu. Setelah itu lakukan evaluasi dan perbaikan lagi dengan tujuan kamu akhirnya bisa menguasai kelemahan tadi.

Deliberate Practice sangat membutuhkan ketahanan diri dan ketekunan untuk hasil yang maksimal. Karena jika perjuangan panjang itu berhenti di tengah jalan, maka hasil yang akan kita dapat tidak akan maksimal.

Deliberate Practice sangat membutuhkan ketahanan diri dan ketekunan untuk hasil yang maksimal. Karena jika perjuangan panjang itu berhenti di tengah jalan, maka hasil yang akan kita dapat tidak akan maksimal.

Hal lain yang juga penting dalam Deliberate Practice

Ada satu hal penting dalam bentuk praktik yang satu ini, yakni feedback. Terdapat 2 macam feedback :

  1. Pengukuran
    Apakah nilai try out sudah lebih meningkat ? Apakah skill pemrograman lebih terasah dan terasa mudah? Apakah kamu masih merasa sangat gugup seperti sebelumnya saat bicara di depan orang banyak?

    Ketika jawabannya adalah iya, maka lanjutkan perjalanan menguasai step-step skill berikutnya dengan langkah yang sama.

  2. Coaching
    Mempunyai coach yang dapat membantu akan sangat meningkatkan kemampuanmu dalam skill tersebut. Apalagi jika coach nya mempunyai pengalaman yang lebih dalam pada bidang yang ingin kamu kuasai.

    Mereka dapat memberikan saran secara langsung bahkan menuntun kamu melaksanakan langkah-langkah improvement berikutnya.

 

Baca juga :

 

Nah itu tadi pengenalan Deliberate Practice yang sangat sangat bermanfaat dalam membantu prosesmu untuk menguasai sesuatu.

Bagi kamu yang sudah menerapkan bentuk praktik ini, tetap semangat dan sabar ya menjalani langkah panjangnya. Dengan perjuangan seperti itu, yakini bahwa hasil yang diperoleh juga akan maksimal.

Jangan lupa untuk follow akun , , , , , dan dari Campuspedia biar kamu gak makin ketinggalan info seputar kampus, karir, dunia mahasiswa, beasiswa, dan info menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *