Halo Campuspedia Friends! Pernah gak kalian bingung kalau lagi kelas atau presentasi tuh pengen nanya tapi takut pertanyaannya gak berbobot? Alhasil kita jadi penasaran gimana caranya bikin pertanyaan berbobot biar kelihatan sebagai mahasiswa pintar dan aktif di kelas.

Baca Juga:

Tenang aja, Campuspedia Friends! Sebenarnya, hanya dibutuhkan sedikit imajinasi dan kreatif supaya kamu bisa bikin pertanyaan berbobot tanpa harus membaca puluhan atau ratusan jurnal sebelum kelas.

Nah, kali ini kita bakal bahas beberapa jenis pertanyaan yang bisa kamu tanyakan saat kelas atau presentasi. Dijamin, pasti bikin kamu kelihatan pintar dan siap jadi kesayangan dosen. Yuk intip cara bikinnya berdasarkan jenis dan sesuaikan dengan kebutuhanmu ya!

Jenis Kontekstual: ‘Eco Friendly’

Kalau kamu pengen kelihatan pintar tanpa harus membuat huru-hara dan merusak pertemanan, maka jenis kontekstual bisa kamu jadikan pilihan.

Jenis yang ini termasuk pertanyaan berbobot yang ‘eco friendly’ alias ramah lingkungan. Alasannya, pertanyaanmu tetap akan dianggap berbobot oleh dosen dan tidak akan merusak pertemananmu ketika kamu menanyakannya pada temanmu yang sedang presentasi. Dosen dan temanmu senang, kamu pun senang.

Baca Juga:

Cara membuatnya cukup simple, hanya tambahkan suatu kasus dalam pertanyaanmu. Namun kamu harus memperhatikan presentasi agar kamu bisa mengambil salah satu pernyataan dari temanmu. Kemudian kamu cari kasus yang berhubungan dengan pernyataan yang dikemukakan temanmu tersebut. Contohnya, berdasarkan dari apa yang telah dijelaskan tadi, teori realisme mengutamakan power dan keuntungan. Namun di jaman sekarang, kerjasama antar negara lebih diutamakan contohnya ASEAN. Apakah kalau begitu teori realisme sudah tidak berlaku lagi di jaman sekarang?

Jenis Normatif: Kepepet Tapi Tetap Berbobot

Aku gak perlu kelihatan pinter, yang penting mah nanya!

Kalau kamu punya prinsip seperti ini, jenis normatif cocok untukmu. Biasanya, jenis ini digunakan ketika dosen mewajibkan adanya pertanyaan setiap presentasi namun kamu udah kepepet gak tahu mau nanya apa.

Cara membuatnya gampang banget karena sifatnya normatif yang berarti jawabannya nanti sifatnya subjektif daripada objektif. Contohnya, menurut kalian, apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia agar pertumbuhan perekonomian Indonesia bisa menyaingi Korea Selatan?

Jenis Teoretis: Untuk Mencari Hati Dosen

Jenis pertanyaan berbobot yang satu ini cocok bagi kamu yang sudah punya persiapan walau sedikit. Karena inti dari pertanyaan berbobot yang satu ini adalah melibatkan teori, sesuai dengan namanya.

Sisi baiknya adalah kamu pasti akan dicap sebagai mahasiswa aktif nan pintar dan pastinya disenangi dosen. Namun sisi kurang enaknya, temanmu pasti kesal karena pertanyaan yang kamu lontarkan agak bikin kewalahan.

Tapi kalau kamu tetap mau nanya dengan jenis ini, triknya adalah pertanyakan salah satu teori yang temanmu kemukakan selama presentasi. Misalnya, dalam presentasi kalian tadi, dijelaskan bahwa menurut teori Budi, gaya gravitasi berpengaruh terhadap motivasi untuk bangun dari tempat tidur. Saya masih tidak paham mengapa bisa didapatkan kesimpulan seperti itu?

Jenis Konstektual-Teoretis: Si S3 Sebelum Waktunya

Sudah dapat dipastikan, jenis yang satu ini adalah jenis pertanyaan paling berbobot yang konsekuensinya pun maha besar. Dibutuhkan intelegensi, keberanian, dan tekad yang kuat dalam menyampaikannya. Biasanya jenis yang seperti ini akan dihindari oleh teman-teman sekelasmu dan berpotensi untuk dimusuhin satu kelas.

Salah satu ciri kental yang ada pada jenis ini adalah lamanya jeda antara pertanyaan yang dilontarkan dengan tanggapan yang dikeluarkan. Hal tersebut dikarenakan pertanyaan yang susah dicerna jadi ujung-ujungnya tanggapan yang keluar adalah sorry, jadi maksudnya gimana ya?

Baca Juga:

Umumnya cara membuatnya itu terletak pada membandingkan teori yang dikemukakan oleh dosen atau temanmu yang sedang presentasi. Misalnya, dalam presentasi kalian tadi, dijelaskan bahwa teori Spongebob dalam membuat lingkaran sempurna harus melalui langkah yang rumit dengan menggambar muka manusia dulu hingga nanti menjadi lingkaran sempurna. Namun teori Squidward mengatakan bahwa untuk menggambar lingkaran sempurna hanyalah dengan membuat lingkaran saja diatas kertas. Kira-kira apakah pengaruh dari kedua teori tersebut dalam keberhasilan membuat lingkaran sempurna?

Nah itu dia, beberapa jenis dan cara membuat pertanyaan berbobot biar kamu bisa memegang image mahasiswa aktif dan intelektual tanpa harus berusaha berlebih. Sesuaikan dengan diri dan kemampuan masing-masing ya. Kalau bermanfaat jangan lupa share ke teman-temanmu juga ya!

Jangan lupa untuk follow akun , , , , , dan  dari Campuspedia biar kamu gak makin ketinggalan info seputar kampus, karir, dunia mahasiswa, beasiswa, dan info menarik lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *