Hallo Campuspedia Friends! Ketika kita sudah lulus kuliah tentunya langkah selanjutnya yang kita ambil itu adalah mencari kerja. Tapi banyak nih para fresh graduate yang mengeluh karena requirement yang diminta harus punya pengalaman kerja.

Padahal ditujukan pada fresh graduate tapi persyaratannya nuntut pengalaman juga. Hal kaya gini yang bikin para fresh graduate bingung dan pesimis duluan karena sudah merasa kalah saing dengan kandidat lainnya.

Minca ada tips nih buat para fresh graduate yang gak punya pengalaman kerja bisa lolos dan dapat kerjaan deh. Wajib baca!

Baca juga : 

1. Ikut kegiatan volunteering atau magang

Kamu gak punya pengalaman bukan berarti harus diam aja. Coba ikuti beberapa kegiatan yang bisa nambah CV kamu dengan ikut volunteering atau magang. Nah, kedua itu biasanya masih akan mempertimbangkan kamu yang masih baru sekali pun. Terutama volunteering bisa diikuti oleh berbagai kalangan.

Walaupun volunteering gak bisa dicantumkan sebagai pengalaman kerja. Kamu bisa mengembangkan softskill kamu, seperti berkomunikasi dengan orang lain. Sama seperti magang, ibarat “uji coba” kamu bisa nambah pengalaman dan juga gambaran tentang dunia kerja. Saat di CV juga jangan lupa ya cantumkan kontribusi apa yang telah kamu lakukan biar HRD juga ada gambaran nih.

2. Ikut pelatihan/course buat nambah skill

Sekarang itu banyak banget kelas online yang diadakan untuk menambah pengetahuan skill kamu. Bisa berupa hardskill atau softskill. Nah, biasanya mereka akan memberikan sebuah sertifikat yang nantinya bisa kamu cantumkan di CV lho.

Dengan memperdalam skill terutama yang relevan dengan jurusan atau pekerjaan yang mau kamu lamar. HRD jadi menambah kepercayaan terhadap kontribusi kamu terhadap perusahaan dengan skill yang kamu punya. Kalau kamu bingung kamu bisa lho ikut kelas online di .

3. Punya prestasi bagus atau sertifikasi yang relevan

Ketika melamar perusahaan, coba masukan prestasi yang pernah kamu capai. HRD jadi tahu nih kalau kamu kalau kamu bukan sekadar mahasiswa kupu-kupu. Usahakan juga kalau IPK mu itu mencukupi ya, lebih bagus lagikalau sampai cumlaude. Memang kata orang IPK itu kurang menunjang, tapi bukan berarti gak bisa jadi bahan pertimbangan.

Selain itu, biasanya tiap jurusan ada standar sertifikasi keahlian yang menandakan kamu ahli dibidang itu. Ini juga bisa jadi modal kamu dan HRD bisa percaya sama skill kamu.

Kalau kamu punya pencapaian atau prestasi unik yang jarang orang punya itu bisa jadi nilai plus kamu kok. Walaupun gak relevan sama sekali, itu juga bisa dinilai. Kamu dianggap sebagai orang yang mau mengeksplor bidang diluar bidang yang sedang kamu jalani. Artinya kamu bisa dinilai sebagai orang yang mau belajar.

4. Desain CV yang simple

Salah satu permasalahan fresh graduate yang gak punya pengalaman adalah bagaimana mengisi CV yang kosong. Sebenarnya ini bisa diakalin kok dengan desain tertentu. Memang sih kelihatan sedikit isinya, tapi ini justru nilai lebih untuk membuat CV yang menarik, mudah dibaca, dan rapi.

Bikin desain yang simple dan kondisikan dengan gaya perusahaan. Biasanya kalau corporate menggunakan CV formal, sedangkan untuk start-up menggunakan CV kreatif. Tapi baik untuk corporate atau start-up bisa kamu desain sendiri kok.

Terus juga usahakan jangan pakai template-template yang bertebaran di internet. Boleh pakai template, tapi ada yang kamu modif lagi. Soalnya kalau HRD bisa aja jadi kurang impresif kalau nemu template yang sama. Kalau beda kan kamu bisa dianggap kreatif tuh.

Baca juga : 

5. Lamar pekerjaan yang relevan sama jurusan

Karena kamu gak punya pengalaman, agak berisiko kalau kamu melamar pekerjaan yang gak relate sama jurusanmu. Sebenernya bisa aja sih kalau mau banting setir, cuman peluang kamu diterima lumaya kecil karena kalah saing duluan.

Sebagai modal pengalaman dulu, ada baiknya kamu melamar sesuari jurusan. Setidaknya walaupun kamu gak punya pengalaman, kamu punya basic skill dari kuliah kamu yang masih bisa dikembangin lagi.

6. Perbaiki sosial mediamu

Selain dari CV atau berkas lainnya, sosial mediamu juga dilihat lho. Dari sosial media, mereka bisa melihat kamu orang yang seperti apa. Misalnya kamu suka ngeluh gak sama keadaan atau ternyata kamu melakukan banyak kegiatan produktif yang ditunjukkan di sosmed kamu. Jadi sebaiknya kalau kamu mau curhat-curhat gitu mending bikin 2nd account aja yang isinya orang terdekat kamu. Jangan sampai akun utamamu tercemar deh.

7. Utamakan kejujuran

Ini adalah salah 1 point penting yang dilihat HRD. Jangan hanya karena CV kosong kamu jadi mengada-ngada buat penuhin CV nya, lalu juga kamu berbohong ketika interview agar dilihat bagus. Jadi pastikan anda tidak berbohong termasuk ketika tidak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan.

Kalau kamu gak tahu mau jawab apa, ya jangan sok tahu atau blak-blakan bilang gak tahu. Kamu bisa jawab dengan kalimat seperti “saya belum pernah mendengar teori seperti itu saat kuliah, tapi saya akan coba menjawab menurut pemikiran saya..”.

8. Jangan merasa kalah sebelum perang

Begitu dengar ada pelamar lain dari universitas top, jangan minder dulu! Belum tentu dia bisa menjawab tes dengan baik ataupun “cocok” dengan user. Kamu bisa dipanggil oleh user juga sudah membuktikan kalau ada sesuatu yang dicari oleh mereka dari diri kamu. Maka percaya dirilah, tetap tenang, keluarkan kemampuan terbaikmu, dan jawablah semua pertanyaan dengan kejujuran.

9. Potensi seseorang gak hanya dilihat berdasarkan di atas kertas aja

Maksudnya walaupun di CV tertulis a,b,c, dll standarisasi user terhadap kandidatnya bisa berbeda. Potensi seseorang itu bisa dilihat kok walaupun belum punya pengalaman. Jadi jangan khawatir bagi fresh graduate yang gak punya pengalaman kerja.

Misalnya HRD mau melihat kemampuan problem solving, lalu mereka bertanya “Masalah terbesar apa yang pernah kamu hadapi, dan bagaimana kamu menyikapi permasalahan itu?” Kamu bisa menjawab pertanyaan itu dengan menceritakan pengalaman kamu saat menghadapi masalah dalam berorganisasi, mengikuti kompetisi, dan lain-lain.

Contoh lainnya HRD mau tahu kemampuanmu dalam mengambil keputusan dan bertanya “Keputusan terbesar apa yang pernah kamu ambil?” Kamu bisa menceritakan misalnya kenapa memutuskan untuk mengambil jurusan kuliahmu.

Dengan memberikan jawaban bagus, kamu bisa mengimpresif para interviewer.

Baca juga : 

Jangan lupa untuk follow akun , , , , , dan  dari Campuspedia biar kamu gak makin ketinggalan info seputar kampus, karir, dunia mahasiswa, beasiswa, dan info menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *