Campuspedia Friends mungkin sering mendengar perdebatan terkait penting atau tidaknya IPK. Perdebatan ini sering kali terjadi ketika besaran IPK sudah menjadi bahan obrolan di tongkrongan.

Ternyata IPK memang memiliki peran penting loh, Campuspedia Friends. Terlebih saat kamu dalam proses mencari kerja. 

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan hasil akhir dari nilai yang kamu kumpulkan setiap semesternya. Melalui IPK, perjuanganmu dalam belajar akan terlihat. Walau tidak selalu demikian, namun mau tidak mau IPK tetaplah menjadi catatan bukti hasil perkuliahan mu.

Baca juga:

Lantas, mengapa IPK penting dalam mencari kerja? Berikut Minca rangkum jawabannya.

Sebagai Filter Awal

Hingga saat ini, masih banyak HRD yang menentukan besaran IPK tertentu yang boleh mendaftar ke perusahaannya. Apabila syarat awal saja kamu tidak lulus, bagaimana akan lanjut ke tahap selanjutnya?

Rata-rata, HRD menuntut calon kandidat pegawai untuk memiliki IPK 3,00. Hal ini dikarenakan, angka tersebut adalah angka aman untuk menggambarkan kompetensi teknis yang kamu miliki ketika kuliah.

Jadi, dapat dikatakan bahwa IPK adalah kendaraan yang mengantarkan mu ke perusahaan yang kamu inginkan.

Baca juga:

Cerminan Diri

HRD menilai, dengan berhasilnya kamu mencapai IPK yang baik artinya kamu telah mengerahkan usaha yang besar ketika berkuliah. Mencapai IPK yang tinggi tentu tidak mudah, perlu upaya keras di baliknya. HRD mengapresiasi usahamu tersebut dengan melihat besaran IPK yang kamu miliki.

Di lain sisi, IPK juga dapat mencerminkan nilai tanggung jawab yang kamu miliki. Di antara berbagai kegiatan kuliah lainnya, kamu tetap memprioritaskan belajar demi mencapai IPK yang luar biasa. Karena pada dasarnya, tanggung jawab utama seorang mahasiswa memanglah untuk belajar.

Lebih dari pada itu, IPK dapat pula menunjukkan dedikasi dan komitmen kamu untuk mencapai target.

Baca juga:

Kompetensi Tetap Jadi Hal Utama

Namun terlepas dari itu semua, IPK hampir tidak pernah menjadi pertimbangan lanjutan bagi HRD. Ketika kamu sudah lolos tahap administrasi, maka IPK mu tidak lagi berpengaruh besar.

Dalam proses mencari kerja, hal utama yang dinilai HRD adalah kompetensi. Hal ini tentu saja dikarenakan HRD mencari kandidat yang nantinya dapat berkontribusi aktif untuk kemajuan perusahaannya.

Akan jadi percuma bila tingginya IPK mu tidak sejalan dengan besarnya kompetensi yang kamu miliki. Jadi, tetap seimbangkan antara IPK dengan skill mu yang lainnya, yah Campuspedia Friends.

Simak informasi lainnya dengan cara ikuti Campuspedia di , , , , , dan .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *