Pernah ga sih, kalian merencanakan sesuatu namun ujung-ujung malas dan mager? Pekerjaan menumpuk, namun malah mengerjakan yang lain.

“Udah lah nanti dulu, istirahat dulu scroll IG atau youtube dulu” dan akhirnya tidak ada satu pun pekerjaan yang terselesaikan. Sadar atau tidak pekerjaan-pekerjaan tidak penting itu hanyalah pelarian akan pekerjaan yang saat ini lebih penting untuk kalian kerjakan. Sebenarnya bukan tidak bisa mengerjakan namun permasalahan terbesarnya adalah rasa malas.

Menurut Dollard & Miller, psikolog asal AS, perilaku manusia terbentuk karena faktor ‘kebiasaan’. Jika seseorang terbiasa bersikap rajin dan bersemangat maka ia akan selalu rajin dan bersemangat, begitu juga sebaliknya jika terbiasa bersikap malas, maka akan malas melakukan sesuatu. So, jika kalian tergolong pemalas, jalan untuk merubahnya adalah dengan membiasakan diri untuk menghadapi dan menghindari sikap malas.

Baca Juga :

Sebelumnya, yuk analisis dulu, mengapa sih orang bisa malas?

Rasa malas menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan. Jadi, penyebab malas adalah motivasi, motivasi sendiri dibedakan menjadi 2 yaitu

  • Motivasi intrinsik adalah motivasi/ dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri
  • Motivasi ekstrinsik adalah motivasi/dorongan dari luar diri seperti lingkungan, teman atau pun keluarga.

Dari kedua motivasi di atas, motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri tentu memiliki dampak yang paling besar untuk menghadapi rasa malas. Maka dari itu penting untuk melakukan manajemen diri agar terhindar dari rasa malas. Manajemen diri merupakan kemampuan diri untuk mengatur suatu tindakan supaya bisa mencapai tujuan. Contoh, jika kalian ingin mendapat nilai baik maka harus belajar dengan giat, jika kalian ingin mendapatkan tubuh yang sehat maka harus mengatur pola makan dan olahraga.

Baca Juga :

Jadi, bagaimana cara melakukan manajemen diri agar bisa menghadapi rasa malas?

1. Planning

Pada tahap ini kalian di minta untuk merencanakan apa yang akan kalian kerjakan. Tujuan apa yang akan kalian raih?, seberapa lama waktu yang kalian perlukan untuk meraih goals itu? Hambatan apa saja yang mungkin kalian temui serta hal apa saja yang akan mendorong kalian untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tulis di notes kalian dan renungkan. Langkah ini sangat membantu untuk menghadapi rasa malas

2. Actuating and Controlling

Setelah membuat rencana maka perlu aktualisasi/realisasi rencana tersebut. Rencana belajar atau kerja yang telah disusun kemudian dikerjakan sesuai perencanaan yang ada. Disini kalian harus bisa menilai sejauh mana pekerjaan yang telah kalian kerjakan. Misal saat belajar kalian harus mengetahui selang beberapa waktu lamanya kalian telah menghasilkan berapa bab dalam belajar. Saat proses realisasi, maka proses controlling juga harus berjalan. Proses ini bertujuan untuk menjaga agar pekerjaan kalian selalu on track. Pada tahap ini kalian diminta fokus untuk meraih goals yang telah direncanakan. Secara tidak langsung kalian telah menghadapi rasa malas yang ada.

Baca Juga :

3. Evaluating

Kalian juga harus mengevaluasi hasil kerja kalian. Hal ini dilakukan setelah proses realisasi. Proses ini mentukan apakah metode realisasi yang kalian lakukan dapat menunjang hasil yang didapatkan. Proses ini bisa dilakukan secara mandiri atau meminta bantuan orang lain. Evaluasi juga membantu kalian mengukur sejauh mana kemmapuan teman-teman untuk menghadapi rasa malas

So, Gimana teman-teman? Sudahkah memulai menghadapi rasa malas? Boleh merasa lelah tapi jangan sampai kalah dengan rasa malas. Boleh istirahat sejenak mengatur nafas tapi jangan lupa menentukan tujuan. Semoga kiat-kiat di atas bisa membantu teman-teman ya! Semangaatt! 😀

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, jangan lupa kepoin sosial media Campuspedia ya!

Instagram: 

Youtube: 

Twitter: 

OA Line: 

Facebook: 

LinkedIn: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *