Kerja Keras Ica untuk Menjadi Talenta Digital yang Sukses

Kerja Keras Ica untuk Menjadi Talenta Digital yang Sukses

Semua orang, termasuk perempuan, memiliki keinginan untuk mencapai kesuksesan dalam karier di dunia teknologi, meskipun dominasi dalam bidang ini masih terjadi pada talenta laki-laki. Salah satu individu yang memiliki mimpi serupa adalah Kori Isabella Hutabarat, yang bercita-cita untuk menjadi seorang profesional perempuan yang sukses di ranah digital.

Untuk mencapai impian tersebut, yang biasa dipanggil Ica, dia mempersiapkan dirinya dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknologi yang sesuai dengan permintaan industri. Sebelumnya, dia belajar secara mandiri sebelum memutuskan untuk bergabung dengan program Studi Independen Bersertifikat (SIB) Dicoding Cycle

1. Keterlibatannya dalam program ini membuka lebih banyak peluang dalam karier teknologinya.

Apakah Ica berhasil mewujudkan mimpinya di dunia teknologi? Mari kita temukan jawabannya dalam kisah lengkapnya!

baca juga:Mengenal Apa Itu IT: Peluang Karier yang Menjanjikan

Sempat Tidak Tahu Cara Mengoperasikan Komputer

Seorang gadis yang berasal dari Sumatera Utara ini memiliki perjalanan yang cukup unik sebelum akhirnya tertarik pada dunia teknologi. Ketika masih duduk di bangku SMP, Ica sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang pengoperasian komputer, bahkan hanya untuk menyalakan atau mematikannya. Ketika dia diminta untuk mengetik namanya sendiri di komputer sekolah, dia merasa kesulitan.

Namun, tantangan ini justru mendorongnya untuk belajar komputer secara mandiri. Meskipun menghadapi kesulitan, Ica tidak pernah menyerah. Dia bekerja keras untuk mempelajari berbagai perangkat komputer. Dan dari situlah, pemahamannya tentang komputer mulai tumbuh, yang kemudian menumbuhkan minatnya terhadap teknologi.

Minat tersebut kemudian Ica kembangkan perlahan-lahan seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya dia lulus dari SMA. Dengan impian untuk berkarier sebagai seorang profesional di bidang teknologi di masa depan, Ica memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Medan Area, dengan mengambil jurusan Teknik Informatika, dan mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

Memulai Kerja Keras sebagai Calon Talenta Digital di SIB Dicoding Cycle 1

Ketika menjadi mahasiswi jurusan Teknik Informatika dan memasuki semester keempat, Ica mulai menaruh minat khusus pada bidang teknologi kecerdasan buatan yang dikenal sebagai AI. Dia tertarik untuk memperluas pengetahuannya tentang topik yang terkait dengan Machine Learning. Minat ini mendorongnya untuk mencari ilmu tambahan di luar ruang kelas. Dengan demikian, perjalanannya dalam belajar Machine Learning secara mandiri dimulai.

Pada semester ketujuh, muncul program Kampus Merdeka. Ica menemukan salah satu program yang diselenggarakan oleh Dicoding, yaitu SIB Dicoding Cycle 1. Program pelatihan ini menawarkan pembelajaran Machine Learning & Front-End Development sebagai bagian dari kurikulumnya. Ketertarikan Ica terhadap Machine Learning mendorongnya untuk ikut serta dengan antusias.

Akhirnya, Ica berhasil menjadi peserta resmi SIB Dicoding Cycle 1. Dia mengakui bahwa pengalaman belajarnya sangat menggembirakan, dan ada tiga hal yang menarik perhatiannya di dalamnya, yakni kurikulum yang disajikan, metode pembelajaran yang digunakan, serta dukungan mentor yang diterimanya.

Pribadi yang Haus Akan Ilmu

Sebagai peserta, Ica mengamati bahwa kurikulum yang ditawarkan oleh SIB Dicoding Cycle 1 mengenai Machine Learning & Front-End Development sangat terstruktur. Dengan silabus yang komprehensif ini, Ica berhasil memperoleh pemahaman yang kuat dalam bidang yang dipilihnya. Selain itu, program ini memberinya kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang dia pelajari secara langsung selama proses pembelajaran.

“Ica merasa tertarik dengan metode pembelajaran terbalik (flipped learning) yang diterapkan dalam program SIB Dicoding. Pendekatan ini mendorongnya untuk belajar secara mandiri terlebih dahulu sebelum menerapkan hasil belajarnya dalam sesi-sesi yang dipandu oleh instruktur. Pendekatan inovatif ini menjadikan pengalaman belajar di SIB Dicoding sangat interaktif.”

Yang terakhir, yang juga menarik bagi Ica dalam program SIB Dicoding adalah aspek mentorship-nya. Pengalaman berharga baginya adalah mendapatkan bimbingan langsung dari para mentor yang memiliki pengalaman luas di bidangnya. Wawasan yang dia peroleh dari sesi mentorship memberinya pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika industri teknologi.

Meskipun tantangan manajemen waktu adalah bagian dari belajar di SIB Dicoding, Ica merasa senang bisa berada dalam lingkungan yang mendukung dan kolaboratif. Teman-teman sesama peserta yang dia temui di dalam program ini memiliki semangat yang sama dengannya. Seringkali, mereka berdiskusi untuk memahami bagaimana teknologi dapat memberikan solusi atas permasalahan kompleks dalam masyarakat.

Dengan kerja keras dan dedikasi yang dia tunjukkan selama mengikuti SIB Dicoding Cycle 1, Ica akhirnya berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik. Pengakuan ini tidak hanya memotivasinya untuk terus memperdalam pengetahuannya tentang Machine Learning agar dapat menjadi seorang ahli, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dirinya untuk memulai karier sebagai seorang profesional di bidang teknologi.

Kerja Keras Ica yang Berbuah Manis

Setelah menyelesaikan SIB Dicoding Cycle 1, Ica memulai karier sebagai Data Analyst Intern di Gojek. Setelah itu, dia menemukan peluang pekerjaan di Tiket.com untuk posisi Associate Business Intelligence Analyst. Kebetulan, posisi tersebut membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan yang dimiliki Ica sebagai seorang yang telah memiliki pengalaman di bidang data. Pengalaman kerja dan pembelajaran selama mengikuti SIB Dicoding Cycle 1 memberi Ica keyakinan untuk melamar posisi tersebut.

Selama proses perekrutan, Ica menampilkan portofolio yang dibangunnya dari proyek-proyek yang dia kerjakan selama mengikuti SIB Dicoding Cycle 1. Pengalaman ini membuat CV-nya menjadi menonjol. Akhirnya, dia berhasil diterima di perusahaan tempatnya bekerja sekarang.

baca juga:Bangkit 2024 dengan Kurikulum AI: Langkah Tepat untuk Memulai Karier Teknologi

Sebagai Associate Business Intelligence Analyst, Ica bertanggung jawab untuk menganalisis proses bisnis dan data guna mendapatkan wawasan yang dapat mendukung tujuan strategis perusahaan. Dia banyak berkolaborasi dengan berbagai tim untuk menerapkan solusi berbasis data yang dapat mendorong pertumbuhan perusahaan.

“Ilmu tentang analisis data, visualisasi data, dan penerapan algoritma Machine Learning yang saya pelajari dari SIB Dicoding Cycle 1 sangat membantu saya dalam menjalankan tugas-tugas saya di kantor.”

Sukses memulai karier di salah satu perusahaan teknologi yang bergerak di bidang transportasi dan akomodasi, Ica berharap para calon talenta digital perempuan juga dapat mencapai impian mereka seperti yang dia lakukan. Bagi Ica, kunci kesuksesannya adalah terus memiliki keinginan untuk belajar karena bidang teknologi selalu berkembang.

“Kerja keras yang harus Anda lakukan lebih dari sekadar belajar dengan tekun. Anda juga harus aktif berpartisipasi dalam berbagai diskusi kelompok dan bersedia mengikuti program yang menawarkan sesi mentorship seperti SIB Dicoding. Karier yang cerah di bidang teknologi? Tidak ada yang tidak mungkin bagi perempuan.”

penulis:Akbar Katon Saputra

4 thoughts on “Kerja Keras Ica untuk Menjadi Talenta Digital yang Sukses

  1. I have been surfing online more than 3 hours today yet I never found any interesting article like yours It is pretty worth enough for me In my opinion if all web owners and bloggers made good content as you did the web will be much more useful than ever before

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *