Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) ditemukan tidak bernyawa di kamar indekosnya sendiri pada hari Kamis, 15 April 2021. Mahasiswa ini berinisial GG yang merupakan salah satu mahasiswa angkatan tahun 2016, jurusan Sastra Jerman, Fakultas Ilmu Budaya. GG ditemukan oleh temannya dalam kondisi meninggal karena gantung diri.

Baca juga:

Keterangan Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad

Dandi Supriadi selaku kepala Kantor komunikasi publik Unpad membenarkan bahwa terdapat mahasiswa Unpad yang ditemukan tidak bernyawa akibat gantung diri. Selanjutnya, Dandi mengatakan bahwa kejadian gantung diri ini tidak ada sangkut paut dengan kegiatan kuliah. Hal ini karena selama kuliah, GG merupakan mahasiswa cerdas dengan IPK yang cukup tinggi. Bahkan, GG tengah menyelesaikan skripsinya dan memiliki komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing maupun teman-temannya. 

Keterangan saksi

Awalnya, pemilik kos menanyakan keberadaan GG kepada para penghuni kos yang lain karena GG tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Teman satu kos GG melihat bahwa pintu kamar kos GG terbuka sedikit. Setelah dilihat, benar saja nampak GG dengan posisi lehernya terikat tali yang menggantung dirinya sendiri.  Kejadian ini langsung dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Menurut saksi yang merupakan teman kos GG, korban terakhir kali terlihat di hari Selasa pada waktu sahur.  Saksi tersebut juga mengatakan bahwa GG sempat bercerita mengenai perceraian orang tuanya. GG juga tengah menjalani pengobatan di dokter spesialis psikiater Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dan direkomendasikan untuk dirawat karena mengalami depresi. Namun GG dan orang tua lebih menghendaki untuk berobat jalan.

Bukan pertama kali terjadi

Kejadian gantung diri yang dilakukan mahasiswa bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, terdapat beberapa mahasiswa yang juga memilih untuk mengakhiri hidupnya. Bahkan di tahun 2019 dalam kurun waktu 3 bulan, terdapat 3 mahasiswa yang ditemukan meninggal dengan bunuh diri. Menurut psikiater, kejadian ini dikarenakan mereka bukan menginginkan kematian, namun karena tidak dapat menemukan jalan keluar. 

Baca juga:

Beberapa penyebab utama dari kejadian bunuh diri ini adalah permasalahan keluarga, antar teman, keuangan, percintaan, dan permasalahan lainnya yang lumrah terjadi dalam kehidupan mahasiswa. Peran keluarga, teman, guru atau dosen, dokter, dan psikiater sangat dibutuhkan agar kejadian bunuh diri tidak terjadi lagi. 

Peran perguruan tinggi juga diperlukan disini. Bukan hanya meningkatkan ilmu pengetahuan dan prestasi belajar mahasiswa. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus dapat mendeteksi mahasiswa yang mempunyai masalah, menyediakan konseling, memberikan dukungan, serta memberikan rasa aman dan nyaman pada mahasiswa. 

Baca juga:

Nah itu dia sepenggal kisah mahasiswa Unpad yang ditemukan meninggal karena gantung diri. Sudah seharusnya kita lebih peka dan peduli terhadap permasalahan yang dihadapi sesama. Jangan remehkan kesehatan mental karena itu juga berdampak besar bagi kelangsungan hidup kita. Yuk kita bagikan artikel ini agar teman dan keluargamu juga tau informasi ini dan lebih aware terhadap kejadian serupa.

Jangan lupa untuk follow seluruh akun media sosial Campuspedia di , , , , , dan untuk mendapatkan informasi menarik dan up to date lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *