JAKARTA (Sketsa.co) — Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka siap merangkul pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), dan pasangan capres-cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, untuk bersama-sama membangun Indonesia.

Menurut dia, kedua pasangan itu memiliki visi misi dalam memajukan bangsa. “Ya semuanya dirangkul. Semuanya kan punya visi, misi untuk memajukan bangsa. Iya itu kalau mau dirangkul,” kata Gibran di Solo, Rabu (20/3).

Putra sulung Presiden Jokowi itu mengaku sudah membuka komunikasi dengan pasangan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud.

Tentang kapan rencana bertemu mereka, Gibran masih menunggu keduanya memberi kesempatan. “Nunggu beliau-beliau longgar dulu. Tapi saya sangat berharap dalam waktu dekat bisa ngobrol-ngobrol santai aja, sarapan pagi, atau ngopi-ngopi,” katanya.

Pertanyaannya, akankah Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud bersedia menerima tawaran untuk bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran yang secara resmi telah dinyatakan oleh KPU sebagai pemenang Pilpres 2024?

Baca juga:

“Memang ada tawaran? Memang ada tawaran?” kata Anies kepada wartawan usai menghadiri acara buka bersama dengan relawan Garda Matahari di Jakarta, Selasa (19/3) petang.

Anies menegaskan bahwa dirinya akan terus konsisten berada di barisan perubahan. “Saya setia dalam garis perubahan,” katanya.

Seperti diketahui, Anies-Cak Imin diusung Koalisi Perubahan (Nasdem, PKB, PKS) pada Pilpres 2024.

Sementara itu, capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo merespons ajakan Gibran yang menyatakan akan merangkul semua paslon. Ganjar menyebut bahwa semua kandidat capres-cawapres berteman.

“Kalau soal rangkul-rangkulan kita ini berteman semua. Para kandidat ini anak-anak bangsa,” kata Ganjar dalam jumpa pers di Jalan Teuku Umar No. 9, Jakarta Pusat, Kamis (21/3).

Ganjar mengatakan setiap pertandingan pasti ada awal dan akhir. Apapun keputusan akhirnya nanti, Ganjar mengajak semua tokoh untuk kembali berpikir urusan bangsa dan negara.

Tidak Gabung

Pernyataan tegas Anies agaknya mengisyaratkan bahwa pihaknya tak akan bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran seandainya paslon 02 itu nantinya benar dilantik menjadi presiden-wapres pada 20 Oktober 2024.

Sejauh ini, tim hukum 01 telah mendaftarkan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan itu bermuara pada permohonan agar MK mengulang Pilpres 2024 dengan mendiskualifikasi cawapres Gibran Rakabukming Raka agar Presiden Jokowi tidak ikut ‘cawe-cawe’ dalam pilpres. Tim hukum Ganjar-Mahfud diketahui juga bertekad mengajukan gugatan PHPU ke MK.

Putusan MK terkait dengan gugatan PHPU Pilpres 2024 itu akan sangat berpengaruh terhadap konstelasi perpolitikan ke depan.

Akan halnya tentang peluang Ganjar-Mahfud gabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran, agaknya hal itu akan sangat tergantung sikap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Terutama Ganjar, sebagai kader PDIP yang loyal, tampaknya dia sangat patuh dan menghargai arahan politik dari sang ketua umum.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *