Campuspedia Friends, adakah di antara kamu yang sedang mempersiapkan resume untuk mencari kerja? Jika ada, tentunya kamu paham betul bagaimana susahnya menulis resume.

Meskipun begitu, resume untuk mencari kerja harus dipersiapkan sebaik mungkin. Hal ini dikarenakan resume sangatlah penting. Segala sesuatu yang kamu tulis di resume harus dapat menggambarkan kemampuan diri, sekaligus dapat menarik hati HRD.

Di lain sisi, resume kerja ternyata memiliki beberapa mitos, lho. Menurut , seorang konsultan karir asal Amerika Serikat, mitos-mitos ini telah membudaya dan sering dipercaya oleh para pencari kerja.

Baca juga:  

Berikut mitos seputar resume saat mencari kerja. Ketahui faktanya agar kamu tidak salah kaprah!

Mitos Pertama: “Resume yang Baik Akan Memberimu Pekerjaan”

Mitos ini termasuk salah satu mitos yang paling banyak dipercaya oleh pencari kerja. Faktanya, resume yang baik tidak bisa memberimu pekerjaan. Resume yang baik hanya akan mengantarkanmu ke tahap awal, yakni tahap interview. 

Selepas itu, resume kerja tidak menentukan apa-apa. Diterima atau tidaknya kamu tergantung bagaimana performa kamu saat interview. Namun bukan berarti resume kerja tidak berpengaruh terhadap proses mencari kerja. Ingatlah, resume kerja adalah titik awal keberhasilanmu dalam mendapatkan pekerjaan.

Baca juga:  

Mitos Kedua: “Tulislah Resume dalam Satu Halaman”

Pernah mendengar kalimat di atas? Ternyata kalimat ini adalah mitos. Kebanyakan orang berpikiran resume yang ditulis dalam satu halaman akan memudahkan HRD. Meskipun tidak sepenuhnya salah, tapi resume yang hanya ditulis satu halaman dikhawatirkan tidak dapat menunjukkan seluruh kemampuan yang kamu punya.

Alih-alih menulis resume kerja dalam satu halaman, lebih baik kamu menuliskan seluruh yang kamu punya. Dua atau tiga halaman resume juga tidak apa-apa. Namun, pastikan apa yang kamu tulis adalah hal-hal yang memang penting untuk ditulis. Jangan mengada-ada dan bertele-tele, ya, Campuspedia Friends!

Mitos Ketiga: “HRD Akan Membaca Seluruh Resumemu”

Asumsi yang bernada optimisme ini sayangnya adalah mitos. Saat proses rekrutmen, HRD bisa menerima ratusan resume atau lebih. Bagi perusahaan yang tidak menggunakan alat screening otomatis, resume yang kamu berikan sangat mungkin untuk tidak dibaca HRD.

Oleh sebab itu, kamu perlu menulis resume dengan taktik desain. Gunakan permainan besar kecil huruf, perhatikan bagian mana saja yang perlu ditebalkan, dan berilah poin-poin dengan jelas. Hal ini akan mengarahkan perhatian HRD kepada bagian terpenting dari resumemu. Selain itu perhatikan pula white space, beri ruang kosong agar menumbuhkan kenyamanan bagi mata HRD saat membaca resume tersebut.

Baca juga:

Mitos-mitos di atas cukup sering ditemukan di kalangan pencari kerja. Sebaiknya, mitos tersebut sudah tidak dipercayai lagi. Selamat menulis resume kerja, Campuspedia Friends. Semoga berhasil!

Simak informasi lainnya dengan cara ikuti Campuspedia di , , , , , dan .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *