Halo Campuspedia Friends! Mulai tahun 2021, pemerintah sudah menghapus ujian nasional dan ujian sekolah berbasis nasional menjadi asesmen nasional.

Baca Juga:

Hal ini ditegaskan kembali oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menyatakan bahwa perubahan tersebut merupakan perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.

Lalu bagaimana dengan pelaksanaannya? Simak info berikut ini.

Asesmen Nasional

Untuk kamu yang belum tahu, asesmen nasional adalah perubahan dari ujian nasional yang bertujuan untuk menilai mutu tiap sekolah, madrasah, dan program pendidikan kesetaraan tingkat dasar dan menengah. Sehingga perubahan ini bermanfaat untuk memetakan sistem pendidikan yang dilihat dari input, proses, dan hasil melalui serangkaian tahapan.

Baca Juga:

Output dari asesmen nasional digunakan untuk perbaikan kualitas belajar di sekolah-sekolah demi peningkatan hasil belajar siswa.

Mekanisme pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

  • Diselenggarakan di seluruh sekolah, madrasah, dan program pendidikan kesetaraan.
  • Kepala sekolah dan guru wajib mengikuti asesmen nasional, sedangkan para siswa akan dipilih secara acak. Dalam hal ini akan dipilih 45 siswa dan 5 siswa cadangan oleh Kemendikbudristek.
  • Pelaksanaannya pada bulan September 2021 dan berbasis komputer serta terbagi dalam dua jenis: daring dan semi daring. Untuk sekolah yang memiliki kondisi internet tidak memadai, maka akan dilakukan jenis semi daring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Instrumen Asesmen Nasional

Setelah melihat mekanisme pelaksanaannya, selanjutnya inilah instrumen-instrumen dari asesmen nasional:

1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Penilaian dari AKM sendiri meliputi:

  • Kecakapan berpikir logis-sistematis
  • Kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari
  • Keterampilan memilah dan mengolah informasi

AKM akan terdiri dari soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian.

Baca Juga:

2. Survei Karakter

Survei ini akan dilakukan oleh para siswa yang bertujuan untuk memperoleh hasil belajar sosial emosional. Terdapat 6 aspek pelajar Pancasila yang akan diukur, yakni: berakhlak mulia dengan beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

3. Survei Lingkungan Belajar

Selanjutnya adalah survei lingkungan belajar yang akan dilakukan oleh kepala sekolah dan guru secara mandiri dalam waktu 4 hari. Bagi kepala sekolah atau guru yang mengajar dan memimpin lebih dari satu sekolah maka akan mengikuti survei tersebut di tiap sekolah. Apabila ada kepala sekolah yang juga mengajar sebagai guru, maka harus mengikuti survei ini sebanyak dua kali untuk mengisi survei yang berbeda.

Nah, itu dia Campuspedia Friends info mengenai cara pelaksanaan asesmen nasional yang menggantikan ujian nasional. Walaupun sistemnya sudah berubah dengan tidak menggunakan ujian nasional lagi, tapi tetap semangat ya!

Jangan lupa untuk follow akun , , , , , dan  dari Campuspedia biar kamu gak makin ketinggalan info seputar kampus, karir, dunia mahasiswa, beasiswa, dan info menarik lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *