JAKARTA (Sketsa.co) — Taiwan semakin populer sebagai tujuan utama bagi para pekerja migran Indonesia (PMI). Karena gaji yang ditawarkan di Taiwan lebih tinggi daripada di Malaysia, menjadikannya pilihan yang menarik bagi banyak PMI.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 saja, Taiwan adalah negara kedua terbesar dalam menampung PMI setelah Malaysia. Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan mencapai 79.574 orang, hampir sebanding dengan jumlah di Malaysia yang mencapai 79.662 orang.

Angka tersebut hanya mencakup TKI yang masuk melalui jalur resmi, sehingga tidak mencakup mereka yang bekerja tanpa dokumen legal. Sebelum pandemi virus corona (Covid-19), ada lebih dari 260.000 warga Indonesia di Taiwan, di mana mayoritas dari mereka adalah PMI. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pengurus lansia dan tugas-tugas rumah tangga lainnya.

Gaji TKI di Taiwan rata-rata berkisar antara 17.000 NT hingga 23.000 NT atau sekitar Rp 8.638.000 hingga Rp 11.687.000 per bulan setelah dipotong untuk agen sebesar 1.500 NT. Dengan gaji tersebut, rata-rata TKI di Taiwan bisa mengirim uang sekitar 10.000 NT (Rp 5.081.000) ke kampung halaman setiap bulannya. Secara total, jumlah PMI di Taiwan mencapai sekitar 670.000.

Baca juga:

Mulyawan, seorang calon PMI asal Brebes, Jawa Tengah, bercerita dirinya bertekad untuk bekerja di Taiwan karena beberapa tetangga desanya yang lebih dulu mengadu nasib di negeri itu nasibnya berubah menjadi lebih sejahtera.

“Tiap bulan bisa kirim uang untuk keluarganya di kampung,” katanya kepada sketsa.co, pekan lalu.

Lulusan STM itu berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang baik di Taiwan sehingga bisa merubah nasib diri dan keluarganya. “Saya pingin mengubah nasib,” kata pria menjelang 30-an tahun yang selama ini jadi pekerja bangunan di Jabodetabek tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *