Hallo Campuspedia Friends! Kali ini minca bakal bawain salah satu langkah untuk membangun personal branding, nih! Dalam artikel ini, minca bakal sedikit menjelaskan tentang johari window, yakni teknik untuk mengenal diri sendiri yang sangat bermanfaat dalam menjelaskan tentang diri kita pada orang banyak kelak.

Personal branding bukan hanya untuk kalangan pebisnis, akan tetapi suatu skill yang harus dimiliki seseorang agar ia tau bagaimana ia harus dikenal orang lain. Hal ini tentang bagaimana kalian memperkenalkan diri kalian pada orang lain, dan seperti apa orang harus mengenali kalian.

Bingung? Tenang, minca bakal jelasin pelan-pelan. Misal nih ada sebuah pasar dimana semua toko di sana menjual barang yang sama. Nah ada 1 toko dimana ia punya penataan yang baik, pelayanan ramah, dan tempat yang bersih lagi nyaman. Sehingga orang mengenal toko tersebut dengan toko yang tempatnya bersih, atau toko yang penjualnya baik. 

Dalam dunia mahasiswa kita ambil contoh seorang mahasiswa, selain pintar, ia juga tak segan membantu temannya yang kesulitan dalam satu mata kuliah. Selalu mengajukan diri jadi ketua kelas, dan tak pernah bergantung pada mahasiswa lainnya. Menjadi kepercayaan dosen untuk perwakilan, sehingga ia dikenal sebagai mahasiswa rajin yang baik hati.

Nah personal branding adalah tentang “Bagaimana orang mengenal kalian?”

 

Baca juga :  

 

Salah satu tips untuk membangun personal branding adalah dengan mengenali diri sendiri dan bagaimana hubungannya dengan orang lain. Salah satu metode yang dapat membantu kita mengenali diri kita lebih dalam dan memahami hubungan diri dengan orang lain adalah teknik johari window.

Apa Itu Teknik Johari Window?

Teknik ini diciptakan oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham, dua orang psikolog asal Amerika Serikat. Metode ini berguna untuk lebih mengenali diri kita, bagaimana orang menilai kita, dan juga membantu dalam pengembangan diri kita.

Model Johari Window

Johari Window sendiri dibagi menjadi 4 bagian seperti berikut :

teknik johari window

Penjelasan

 

  • Open Area

 

Open area atau area terbuka menjelaskan tentang apa yang benar kamu tahu tentang diri kamu dan orang lain juga mengetahui itu. Hal ini biasanya berkaitan dengan kehidupan yang kamu putuskan ambil saat ini, misalnya kamu masuk jurusan teknik mesin karena suka permesinan. Kamu sadar akan hal itu, dan orang lain pun merasakan hal yang sama. Maka aspek tersebut masuk ke area terbuka ini.

 

  • Blind Spot

 

Area buta atau blind spot ini menjelaskan hal yang ada pada dirimu namun kamu tak sadar akan hal itu, tetapi malah orang lain yang menyadarinya. Biasanya hal ini didapat ketika kamu meminta saran/feedback orang lain terhadap diri kamu. 

Selain membantu kita untuk mengetahui potensi tersembunyi yang mungkin diketahui orang lain, langkah ini juga dapat mengevaluasi bentuk kekurangan kita. 

Misalnya orang tau kita ceroboh dan gampang tidak fokus, sedangkan kita tidak sadar akan hal itu, maka feedback dari orang lain akan dapat membantu kita untuk evaluasi diri.

 

  • Façade/Hidden area

 

Area tersembunyi ini menunjukkan apa yang kita ketahui tentang diri kita tanpa orang lain tahu. Hal ini dapat berbentuk aib, perasaan sedih berkelanjutan, atau juga bakat terpendam yang tak kunjung direalisasikan.

Jika memang hal ini berbentuk beban, akan lebih baik mencari penyelesaian atau juga tempat penyembuhan agar tak terus-menerus membebani diri dan kita siap melangkah maju. 

Akan tetapi jika berbentuk suatu bakat yang terpendam, lebih baik kamu segera menunjukkan bakatmu agar orang tau mengenai dirimu dan cara kamu mengekspresikan bakatmu.

 

  • Unknown

 

Area ini merupakan suatu area dalam diri kamu yang kamu sendiri dan orang lain sama-sama tidak tahu. Namun waspadalah, bisa saja ini merupakan aset terbesar dalam hidupmu yang belum kamu sadari. 

Sebagai contoh kamu ternyata berbakat dalam kepenulisan, akan tetapi kamu berpikir bahwa mengembangkan ide dalam sebuah tulisan itu sulit dan kamu enggan mencobanya. Dampaknya, orang juga tidak mengenali kamu begitupun dirimu sendiri. 

Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk melakukan eksplorasi dan banyak mencoba hal baru. Jangan takut dan membanding-bandingkan apa yang kamu punya dengan yang orang lain punya.

Nah setelah mengetahui dirimu lebih dalam dengan pembagian-pembagian dalam teknik tersebut, kamu dapat mengetahui bagian apa dari dirimu yang harus dikenalkan ataupun perlu ditingkatkan. Dengan begitu, kamu dapat lebih meningkatkan skill personal branding kalian, nih!

 

Baca juga :  

 

Sekian dulu dari minca ya, Campuspedia Friends! Jangan lupa follow akun minca yang lain mulai dari , , , , , dan biar kamu gak ketinggalan info seputar kampus, karir, dunia mahasiswa, beasiswa, dan info menarik lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *