Siapa ini yang sering kesulitan menganalisis sesuatu hal? Atau kamu sering bingung menjelaskan “bagaimana”.  Jangan khawatir, ada loh metodenya. Melalui metode desain thinking, yuk tingkatkan kemampuan analisismu! 

Mengenal Metode untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis

Mungkin empathize design thinking adalah istilah yang masih asing di telingamu. Namun aktivitas yang satu ini terbukti sangat penting dalam bisnis online, khususnya soal mengembangkan produk. Masih begitu banyak pebisnis yang kurang sadar akan pentingnya empati untuk mengembangkan produk.

Secara singkatnya, emphatize design thinking adalah teknik desain dengan menggunakan rasa empati sebagai elemen utama. Kalau dalam bisnis, tujuan penerapan ini adalah agar dapat menciptakan produk sesuai kebutuhan konsumen.

Nah kamu pasti penasaran mengapa unsur empati dipilih dalam metode desain thinking ini. Kita pasti tahu kalau manusia memiliki banyak emosi, salah satunya adalah kemampuan untuk berempati atau peduli terhadap manusia lainnya.

Dalam empati, manusia seolah dapat merassakan apa yang orang lain rasakah sehingga mengalami pengalaman yang serupa. Pendekatan ini menjadikan kita dapat memahami situasi orang lain dengan lebih baik.

Empathize design thinking sebagai suatu strategi desain tidak hanya berfokus pada data dan fakta saja. Akan tetapi metode ini juga berfokus pada pola pikir, motivasi, dan emosi lawan bicara.

3 Cara Menerapkan Desain Thinking

Eits masih belum memahami soal desain thinking? Meskipun terdengar rumit, untuk praktiknya bisa sederhana kok! Yuk simak 3 cara menerapkan desain thinking berikut.

  1. Menganalisis 2W+1H (What, Why and How) 

Hayo siapa yang sudah sangat familiar dengan Start With Why? Buku yang sangat ampuh untuk para pemimpin dalam menginspirasi banyak orang tersebut menjadi tips pertama penerapan desain thinking.

Untuk meningkatkan kemampuan analisismu, coba mulai dengan WHY. Caranya cukup mudah hanya dengan menanyakan, “mengapa aku melakukan hal ini?”.. Selanjutnya kamu bisa mulai menggambarkan APA dan Bagaimana kamu melakukannya.

  1. Menginterview Empati, Seperti Apa?

Cara yang kedua adalah dengan menginterview empati. Maksudnya kamu bicara dari hati ke hati. Dalam hal berpikir analitis, kamu harus mampu mengetahui keadaan yang sedang kamu alami. Dalami materi yang sedang kamu pelajari adalah cara untuk menginterview empati.

  1. Coba Manfaatkan Peta Empati

Peta empati? Masih terdengar asing bukan? Peta empati mengelompokkan masalahmu dalam empat bidang, yakni dianalisis melalui think, product, say, dan feels. Untuk dapat berpikir analisis dalam suatu permasalahan kamu bisa menganalisis pandangan-pandangan apa saja yang sekiranya berhubungan dengan hal tersebut.

Nah itulah pembahasan mengenai desain thinking dan cara menerapkannya. Yuk coba pakai teknik empati untuk dapat berpikir kritis dengan kondisi yang kita hadapi.

Jangan lupa untuk follow akun , , , , , dan  dari Campuspedia biar kamu nggak ketinggalan info seputar kampus, karir, dunia mahasiswa, beasiswa, dan info menarik lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *