Stasiun Gambir mau direnovasi habiskan dana KAI Rp1 T, MTI: Lebih baik pakai APBN [titlebase]. Rencana ambisius PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menyulap Stasiun Gambir menjadi “Teras Monas” dengan anggaran Rp1 triliun memicu sorotan tajam. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengingatkan pemerintah dan manajemen KAI untuk meninjau ulang prioritas pendanaan tersebut, mengingat kondisi keuangan korporasi yang sedang tertekan akibat serangkaian penugasan besar dari negara.
Ketua Forum Perkeretaapian MTI, Deddy Herlambang, menegaskan bahwa penataan Stasiun Gambir memang diperlukan. Namun, menggunakan dana internal KAI di tengah mendesaknya peremajaan sarana kereta dinilai kurang tepat karena kemampuan finansial perusahaan harus dibedakan dengan kelayakan proyek. Jika tekanan finansial akibat penugasan negara masih sangat berat, maka proyek revitalisasi mandiri Stasiun Gambir ini menjadi kurang layak.
Stasiun Gambir mau direnovasi habiskan dana KAI Rp1 T, MTI: Lebih baik pakai APBN [titlebase]. MTI menyoroti bahwa rapor keuangan KAI saat ini sedang tidak baik-baik saja. Meski mencatat laba usaha sebesar Rp8 triliun pada tahun 2025, laba bersih KAI tergerus hingga tersisa Rp2,2 triliun akibat beban penugasan yang sangat berat. KAI saat ini terbelenggu oleh investasi besar di LRT Jabodebek, proyek kereta cepat, operasional kereta bandara yang masih merugi, hingga pembelian armada KRL baru dari China dan INKA yang memicu depresiasi tarif.
Stasiun Gambir mau direnovasi habiskan dana KAI Rp1 T, MTI: Lebih baik pakai APBN [titlebase]. Dalam kondisi seperti ini, MTI menyarankan agar pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai proyek revitalisasi Stasiun Gambir. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban keuangan KAI dan memungkinkan perusahaan untuk fokus pada peningkatan layanan dan infrastruktur kereta api.
Stasiun Gambir mau direnovasi habiskan dana KAI Rp1 T, MTI: Lebih baik pakai APBN [titlebase]. Dalam beberapa tahun terakhir, KAI telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan layanan dan infrastruktur kereta api. Namun, perusahaan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan keuangan dan keterbatasan anggaran. Dengan menggunakan APBN untuk membiayai proyek revitalisasi Stasiun Gambir, diharapkan KAI dapat lebih fokus pada peningkatan layanan dan infrastruktur kereta api, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Kesimpulan, rencana renovasi Stasiun Gambir dengan anggaran Rp1 triliun memicu sorotan tajam dari MTI. MTI menyarankan agar pemerintah menggunakan APBN untuk membiayai proyek ini, sehingga KAI dapat lebih fokus pada peningkatan layanan dan infrastruktur kereta api.





