BMKG hari ini memprediksi bahwa musim kemarau di Indonesia akan semakin meluas dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa sekitar 72,8% wilayah Indonesia akan mengalami kemarau, dengan 509 zona musim yang sudah memasuki musim kemarau.
BMKG hari ini juga memantau fenomena El Nino yang diperkirakan akan terus menguat hingga akhir tahun ini. El Nino menyebabkan suhu permukaan laut di Pasifik memanas secara tidak normal, sehingga pasokan uap air ke Indonesia berkurang dan awan hujan lebih sulit terbentuk.
BMKG hari ini membagi Hari Tanpa Hujan (HTH) ke dalam tiga tingkatan kategori, yaitu HTH kurang dari 30 hari, HTH 30-60 hari, dan HTH lebih dari 60 hari. Beberapa daerah telah mencatat HTH lebih dari 60 hari, dengan rekor terlama mencapai 80 hari di Purworejo, Jawa Tengah.
Presiden Prabowo Subianto telah menggelar rapat terbatas dengan Kepala BMKG dan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan untuk membahas antisipasi cuaca ekstrem dan kebencanaan. Rapat tersebut juga membahas tentang pengelolaan sumber daya air yang efisien dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG hari ini meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca panas dan risiko kebakaran lahan, serta potensi hujan lebat mendadak di titik-titik tertentu. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti informasi terkini dari BMKG dan melakukan persiapan untuk menghadapi bencana.
Kesimpulan, BMKG hari ini memprediksi bahwa musim kemarau di Indonesia akan semakin meluas dan El Nino akan terus menguat. Masyarakat harus tetap waspada dan melakukan persiapan untuk menghadapi bencana. BMKG hari ini juga meminta masyarakat untuk mengikuti informasi terkini dan melakukan pengelolaan sumber daya air yang efisien.





