Di tengah pemakaman Ali Khamenei, Iran kembali angkat Mohseni-Ejei jadi ketua hakim agung, menandai kesinambungan dalam pemerintahan Iran. Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang digelar pada Senin, 6 Juli 2026, diwarnai dengan isak tangis sekaligus amarah dari jutaan rakyat Iran. Momen duka nasional ini sekaligus menjadi momentum penegasan sikap perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Zionis Israel.
Di tengah pemakaman Ali Khamenei, Iran kembali angkat Mohseni-Ejei jadi ketua hakim agung, yang menunjukkan komitmen Iran untuk mempertahankan struktur kekuasaan yang ada. Pengangkatan kembali Gholam-Hossein Mohseni-Ejei sebagai Ketua Hakim Agung ini seiring fokusnya pemerintah Iran pada kesinambungan di tengah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, yang belum terlihat sejak menggantikan ayahnya pada Maret 2026, mengonfirmasi pengangkatan kembali ulama berusia 69 tahun itu untuk masa jabatan lima tahun lagi dalam sebuah pesan teks yang dikaitkan dengan kepala negara Iran yang baru. Di tengah pemakaman Ali Khamenei, Iran kembali angkat Mohseni-Ejei jadi ketua hakim agung, menandai awal dari era baru dalam sejarah Iran.
Mohseni-Ejei termasuk di antara para pejabat terkemuka yang terlihat menghadiri prosesi pemakaman Ali Khamenei, bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian, mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, dan panglima tertinggi IRGC Ahmad Vahidi. Dalam pesan konfirmasinya, Mojtaba Khamenei meminta Mohseni-Ejei untuk tetap berkomitmen dalam memerangi korupsi dan memulai langkah-langkah yang tidak ditentukan yang akan berujung pada “transformasi peradilan”.
Di tengah pemakaman Ali Khamenei, Iran kembali angkat Mohseni-Ejei jadi ketua hakim agung, yang menunjukkan bahwa Iran tetap komitmen pada prinsip-prinsip yang telah menjadi landasan kekuasaan mereka. Mohseni-Ejei mengatakan kepada televisi pemerintah Iran ia berkomitmen pada “puncak” kesuksesan yang diimpikan oleh para pemimpin Republik Islam, dan berbicara tentang seruan untuk membalas dendam atas pembunuhan Ali Khamenei.
Kesimpulan dari prosesi pemakaman Ali Khamenei dan pengangkatan kembali Mohseni-Ejei sebagai Ketua Hakim Agung menunjukkan bahwa Iran tetap berkomitmen pada jalan yang telah mereka pilih, dan bahwa mereka siap menghadapi tantangan-tantangan yang akan datang dengan kekuatan dan kesatuan.





