Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) tengah mengajukan permohonan kepada FIFA untuk menganulir kartu kuning gelandang serang Prancis Michael Olise. Olise mendapat kartu kuning pada menit ke-90+7 setelah terlibat insiden dengan winger Paraguay Matias Galarza di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, tayangan ulang memperlihatkan Olise sebenarnya tidak melakukan kontak.
Permintaan ini penting bagi Prancis karena jika kartu kuning tersebut tetap berlaku dan Olise kembali menerima kartu kuning saat menghadapi Maroko di perempat final, maka dia harus menjalani skorsing satu pertandingan jika Les Bleus lolos ke semifinal. Federasi Sepak Bola Prancis berharap keputusan ini dapat dibuat sebelum pertandingan melawan Maroko.
Insiden lainnya juga terjadi di Piala Dunia 2026, yaitu kasus pelecehan rasial terhadap influencer media sosial asal Amerika Serikat, IShowSpeed. FIFA secara resmi membuka investigasi terkait dugaan pelecehan rasisme yang melibatkan IShowSpeed saat pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara timnas Argentina melawan timnas Tanjung Verde.
Sementara itu, Real Madrid mengecam keras pernyataan bernada rasial yang dilontarkan Senator Paraguay Celeste Amarilla kepada penyerangnya, Kylian Mbappe. Klub berjuluk Los Blancos itu menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik dan menegaskan dukungan penuh kepada Mbappe.
Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga turun tangan dan mengutuk keras pernyataan politikus perempuan tersebut, seraya melabeli tindakannya sebagai perbuatan yang sangat tercela dan memuakkan. Aksi tidak terpuji ini mencuat ke publik setelah skuad Les Bleus berhasil menumbangkan perlawanan sengit Paraguay pada babak 16 Besar Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Prancis dan PBB menegaskan bahwa tindakan rasisme dan diskriminasi tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun kehidupan bermasyarakat. Mereka berkomitmen untuk terus memerangi segala bentuk rasisme, xenofobia, dan kekerasan di dunia sepak bola.
Dalam kesimpulan, Federasi Sepak Bola Prancis terus berupaya untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dalam sepak bola, serta menentang segala bentuk rasisme dan diskriminasi. Dengan demikian, diharapkan sepak bola dapat menjadi olahraga yang lebih baik dan lebih adil bagi semua pemain dan penggemar.





