Baru-baru ini, muncul kasus seorang pemuda berinisial BW yang mengaku menjadi korban begal hingga jarinya putus. Namun, setelah diselidiki, pengakuan tersebut dipastikan tidak benar dan hanya dibuat untuk kebutuhan konten. Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi karena kasus ini mulai menarik perhatian banyak orang.
Menurut Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, video yang memperlihatkan BW memamerkan benda yang disebut sebagai potongan jarinya lebih dulu viral di media sosial. Dalam video yang beredar, BW terlihat berada di depan rumah dengan tubuh berlumuran cairan berwarna gelap. Di dekatnya juga tampak benda yang sekilas menyerupai jari manusia.
Pihak kepolisian melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak pernah terjadi aksi pembegalan. BW mengakui seluruh cerita yang disampaikannya merupakan rekayasa. Ia sengaja menciptakan cerita menjadi korban begal agar dianggap berani dan hebat oleh teman-temannya.
Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi karena konten yang dibuatnya tersebut. Video tersebut pertama kali diunggah melalui status WhatsApp miliknya. Meski hanya tayang sekitar lima menit sebelum dihapus, rekaman itu sudah sempat dilihat sejumlah orang dan kemudian menyebar luas di media sosial hingga menjadi viral.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang digunakan BW untuk membuat konten tersebut. Barang bukti itu berupa sebilah samurai dan potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari manusia yang putus. Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi karena tindakannya yang tidak bertanggung jawab.
Dalam pemeriksaan, BW mengaku sengaja menciptakan cerita menjadi korban begal agar dianggap berani dan hebat oleh teman-temannya. Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi karena motifnya yang tidak murni. Ia hanya ingin dianggap keren oleh teman-temannya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk tidak membuat konten yang tidak bertanggung jawab dan dapat menyesatkan orang lain. Bikin konten seolah jadi korban begal hingga jari tangan putus, Bayu jadi berurusan dengan polisi karena tindakannya yang tidak bijak.





