Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kemarau dalam sepekan ke depan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh iklim global yang masih berpotensi menekan pembentukan awan hujan di Indonesia.
Menurut BMKG, sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, sementara 8,52 persen wilayah diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah dan hanya 0,03 persen yang berpotensi mengalami curah hujan kategori tinggi.
BMKG juga memantau indeks kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah di Labuan Bajo, yang berada dalam zona merah atau sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan penyebaran api pada kebakaran di sabana Labuan Bajo beberapa hari terakhir bergerak dengan cepat.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit mengungkapkan bahwa puncak musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengalami pergeseran dari Agustus ke September.
BMKG juga memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur lima daerah di Jawa Tengah, yaitu Purwokerto, Purbalingga, Kajen, Slawi, dan Bumiayu. Suhu udara di Jateng diperkirakan berkisar antara 16-33 derajat Celcius dengan kelembaban udara antara 45-95 persen.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan, serta banjir rob yang masih berlangsung di kawasan pesisir pantai utara Jawa Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, BMKG telah memantau kondisi cuaca di Indonesia dan memprakirakan bahwa El Nino akan menguat pada tahun ini. Hal ini dapat berdampak pada cuaca di Indonesia, sehingga masyarakat perlu untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari BMKG.





