Beranda / Berita / Ditantang tes DNA gara-gara dualisme tahta Keraton Solo, Kubu PB XIV Purbaya: Justru bikin kacau

Ditantang tes DNA gara-gara dualisme tahta Keraton Solo, Kubu PB XIV Purbaya: Justru bikin kacau

Ditantang tes DNA gara-gara dualisme tahta Keraton Solo, Kubu PB XIV Purbaya: Justru bikin kacau

Ditantang tes DNA gara-gara dualisme tahta Keraton Solo, Kubu PB XIV Purbaya: Justru bikin kacau. Polemik mengenai dualisme kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta kembali memunculkan babak baru. Kali ini, perhatian publik tertuju pada beredarnya petisi yang mengusulkan pemeriksaan DNA terhadap dua pihak yang sama-sama mengklaim sebagai pewaris tahta Keraton Solo.

Namun, usulan tersebut tidak membuat pihak Keraton bereaksi keras. Justru sebaliknya, para tokoh dari kedua kubu memilih menanggapinya dengan santai dan menganggap petisi tersebut bukan persoalan yang perlu dibesar-besarkan. Ditantang tes DNA gara-gara dualisme tahta Keraton Solo, Kubu PB XIV Purbaya: Justru bikin kacau, karena penyelesaian sengketa harus mengacu pada aturan dan hukum adat Keraton, bukan melalui tes DNA.

Petisi yang beredar melalui platform Change.org itu mengatasnamakan Aliansi Budaya Indonesia. Salah satu poin yang diajukan adalah meminta tim independen mempertimbangkan penggunaan metode ilmiah, termasuk tes DNA jika dinilai relevan, guna memperoleh kepastian mengenai garis keturunan biologis dalam sengketa pewaris tahta Keraton Kasunanan Surakarta.

Ditantang tes DNA gara-gara dualisme tahta Keraton Solo, Kubu PB XIV Purbaya: Justru bikin kacau, karena tidak ada kejelasan tentang penyelesaian sengketa tersebut. Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, mengaku telah mendengar adanya petisi tersebut. Meski demikian, ia memilih tidak memberikan respons berlebihan.

Ditantang tes DNA gara-gara dualisme tahta Keraton Solo, Kubu PB XIV Purbaya: Justru bikin kacau, karena pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menyatakan penyelesaian sengketa suksesi harus mengacu pada aturan dan hukum adat Keraton, bukan melalui tes DNA. Ditantang tes DNA gara-gara dualisme tahta Keraton Solo, Kubu PB XIV Purbaya: Justru bikin kacau, karena tidak ada solusi yang jelas untuk menyelesaikan sengketa tersebut.

Kesimpulan dari polemik ini adalah bahwa penyelesaian sengketa suksesi Keraton Solo harus mengacu pada aturan dan hukum adat Keraton, bukan melalui tes DNA. Ditantang tes DNA gara-gara dualisme tahta Keraton Solo, Kubu PB XIV Purbaya: Justru bikin kacau, karena tidak ada kejelasan tentang penyelesaian sengketa tersebut.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *