Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,7 mengguncang wilayah timur Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat (10/7/2026) pukul 00.56 Wita. Pusat gempa berada di 123 kilometer timur Bitung pada koordinat 1,41 LU – 126,23 BT, dengan kedalaman 16 kilometer. Informasi ini diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah melakukan analisis terhadap getaran gempa yang terjadi.
Gempa ini merupakan salah satu dari beberapa gempa bumi yang terjadi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, pada Kamis (9/7/2026) sore. Pusat gempa berada pada titik koordinat 0,28 Lintang Selatan dan 98,84 Bujur Timur, atau sekitar 118 kilometer barat daya Pasaman Barat dengan kedalaman 9 km.
Selain itu, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,6 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (9/7/2026) pukul 16.37 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 9,52 Lintang Selatan dan 123,13 Bujur Timur, atau sekitar 98 kilometer barat laut Kabupaten Kupang, NTT, dengan kedalaman 13 kilometer.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa bumi. Pusat gempa yang terdeteksi di Bitung Sulawesi Utara merupakan salah satu dari beberapa pusat gempa yang terdeteksi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,1 juga dilaporkan mengguncang Barat Daya Shirahama, Jepang, pada 09 Juli 2026. Pusat gempa berlokasi di 50 km Barat Daya Shirahama, Jepang, tepatnya pada koordinat 33.3425 LU (Lintang Utara) dan 134.9851 BT (Bujur Timur) dengan kedalaman 10.0 km.
Wilayah Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas seismik yang tinggi. Daerah ini berada di jalur pertemuan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia (Sunda), serta dipengaruhi sejumlah sesar aktif di kawasan Flores dan Timor yang kerap memicu aktivitas gempa bumi.
Gempa kali ini tergolong gempa dangkal karena terjadi pada kedalaman 13 kilometer. Gempa dangkal umumnya lebih mudah dirasakan di sekitar pusat gempa dibandingkan gempa berkedalaman besar. Pusat gempa yang terdeteksi di Bitung Sulawesi Utara dan beberapa wilayah lainnya perlu diawasi secara terus-menerus untuk memantau aktivitas gempa bumi.
Kesimpulan, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo yang beragam telah terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Pusat gempa yang terdeteksi di Bitung Sulawesi Utara, Pasaman Barat, dan Kupang perlu diawasi secara terus-menerus untuk memantau aktivitas gempa bumi dan mengurangi risiko kerusakan dan korban.





