KPK ungkap tradisi pemerasan bupati Sukoharjo berdalih ‘Padakno karo bapak’ telah berlangsung selama beberapa periode, dengan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai salah satu pelakunya. Praktik pemerasan ini dilakukan dengan cara meminta setoran uang dari jajarannya, dengan dalih bahwa besaran setoran harus ‘samakan dengan bapak’, yang merujuk pada suami Etik Suryani, Wardoyo Wijaya, yang juga merupakan bupati sebelumnya.
KPK telah menetapkan Etik Suryani sebagai tersangka kasus pemerasan di Pemkab Sukoharjo, bersama dengan dua anak buahnya, Richard Tri Handoko dan Tri Mulyo. Mereka diduga terlibat dalam praktik pemerasan yang telah berlangsung selama beberapa tahun, dengan total kerugian negara mencapai miliaran rupiah.
KPK ungkap tradisi pemerasan bupati Sukoharjo berdalih ‘Padakno karo bapak’ ini merupakan salah satu contoh kasus korupsi yang sangat merugikan negara dan masyarakat. Praktik pemerasan ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan bahwa KPK akan terus mendalami kasus ini dan mengungkap siapa saja yang terlibat dalam praktik pemerasan ini. KPK juga akan memastikan bahwa semua pelaku akan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
KPK ungkap tradisi pemerasan bupati Sukoharjo berdalih ‘Padakno karo bapak’ ini merupakan salah satu upaya KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia. Dengan mengungkap kasus-kasus korupsi seperti ini, KPK berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya korupsi dan pentingnya menjaga kebersihan pemerintahan.
Sementara itu, KPK juga sedang menyelidiki suami Etik Suryani, Wardoyo Wijaya, yang diduga terlibat dalam praktik pemerasan ini. Wardoyo Wijaya saat ini sedang dalam kondisi sakit, tetapi KPK akan terus mendalami kasus ini dan mengungkap siapa saja yang terlibat.
KPK ungkap tradisi pemerasan bupati Sukoharjo berdalih ‘Padakno karo bapak’ ini merupakan salah satu contoh kasus korupsi yang sangat merugikan negara dan masyarakat. Dengan mengungkap kasus-kasus korupsi seperti ini, KPK berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya korupsi dan pentingnya menjaga kebersihan pemerintahan.





