Beranda / Berita / Petani yang Hilang di Hutan Halmahera Timur Akhirnya Selamat, Bertemu Suku Pedalaman

Petani yang Hilang di Hutan Halmahera Timur Akhirnya Selamat, Bertemu Suku Pedalaman

Petani yang Hilang di Hutan Halmahera Timur Akhirnya Selamat, Bertemu Suku Pedalaman

Bertemu Suku Pedalaman, Petani yang hilang di hutan Halmahera Timur akhirnya selamat setelah berada di dalam hutan selama 4 hari. Andrias, seorang petani asal Desa Waijoi, Kecamatan Wasile, Halmahera Timur, Maluku Utara, sempat dilaporkan hilang di hutan saat mencari kayu gaharu pada tanggal 23 Juli 2026.

Tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani melakukan operasi pencarian yang intensif. Pada hari ke-4 operasi pencarian, tim SAR gabungan menggelar pengarahan dan membagi area pencarian menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan metode Exploring Search and Rescue (ESAR) di hutan Desa Saolat.

Sekitar pukul 09:55 WIT, di tengah proses pencarian yang sedang berlangsung, Tim Posko menerima informasi penting dari masyarakat Desa Saolat bahwa korban telah kembali ke perkampungan secara mandiri dalam kondisi sehat. Setibanya di Desa Saolat, tim SAR gabungan memastikan kebenaran informasi tersebut dan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap korban.

Andrias menceritakan bahwa ia sempat tersesat di dalam hutan selama 3 hari. Selama terpisah dari rombongannya, ia sempat berpapasan dengan kelompok suku pedalaman. Karena merasa takut, ia memilih menghindar dan terus berjalan hingga tak sengaja menemukan pemukiman suku pedalaman tersebut.

Wakil Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Anjas Taher, juga menekankan bahwa pelatihan Paskibraka bukan sekadar melatih keterampilan baris-berbaris. Lebih dari itu, diklat ini bertujuan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan para peserta.

Bertemu Suku Pedalaman, Petani yang hilang di hutan Halmahera Timur akhirnya selamat, dan kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu waspada dan siap menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi.

Di sisi lain, kegiatan pelatihan Paskibraka tingkat kabupaten tahun 2026 yang dipusatkan di Aula Penginapan Rahmat, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, telah dimulai. Acara ini dihadiri oleh para staf ahli, para asisten, pimpinan OPD, unsur Forkopimda, serta seluruh peserta Paskibraka.

Berikut adalah beberapa catatan penting dari kegiatan pelatihan Paskibraka: Pelatihan ini bukan sekadar melatih keterampilan baris-berbaris, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan para peserta. Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghadapi situasi yang mungkin terjadi.

Wakil Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Anjas Taher, juga berharap para peserta dapat terus menjaga semangat dan meningkatkan kedisiplinan, agar mampu bersaing ke jenjang yang lebih tinggi bahkan berpeluang mewakili daerah (Maluku Utara) di tingkat nasional.

Andrias, petani yang hilang di hutan Halmahera Timur akhirnya selamat, dan kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu waspada dan siap menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *