Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, menjadi kisah inspiratif tentang seorang penjaga hutan yang gigih menjalankan tugasnya. Narto, pria berusia 44 tahun, telah menjadi bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura) Menumbing di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, sejak Maret 2022. Sebagai petugas Pengamanan Hutan (Pamhut), Narto tidak pernah absen menjalankan tugasnya, menjelajahi setiap sudut hutan perbukitan yang luasnya lebih dari 3.300 hektar.
Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, tercermin dari komitmennya yang kuat terhadap pekerjaannya. Narto menyadari bahwa menjaga Tahura Menumbing bukan sekedar pekerjaan, melainkan juga tentang menjaga kelestarian alam. Sejak kecil, Narto sudah menyukai kegiatan di alam, seperti bermain di hutan, mencari burung, atau bahkan mencari ikan di sungai dan laut.
Menurut Narto, Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, dia melakukannya karena merasa ada ikatan batin dengan bukit di Kecamatan Mentok. Narto juga menyadari bahwa tugasnya sebagai Pamhut Tahura Menumbing tidak hanya tentang memberi nafkah keluarga, tetapi juga tentang menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.
Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, menunjukkan bahwa Narto memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. Meskipun menghadapi intimidasi dari para perusak, Narto tetap tegar dan tidak gentar. Hal ini menunjukkan bahwa Narto memiliki komitmen yang kuat terhadap pekerjaannya dan terhadap kelestarian alam.
Dalam menjalankan tugasnya, Narto juga menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam. Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, menunjukkan bahwa Narto memiliki visi yang jauh ke depan dalam menjaga kelestarian alam. Narto juga menyadari bahwa tugasnya sebagai Pamhut Tahura Menumbing tidak hanya tentang menjaga hutan, tetapi juga tentang menjaga kehidupan liar yang ada di dalamnya.
Untuk itu, Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, menjadi contoh inspiratif bagi kita semua. Narto menunjukkan bahwa dengan semangat dan dedikasi, kita dapat menjalankan tugas kita dengan baik dan menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.





