Tepis isu mangkir, Ruben Onsu siap tatap muka dengan Sarwendah di sidang mediasi hak asuh anak yang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kehadiran Ruben dalam sidang mediasi ini bertujuan untuk memaksimalkan proses mediasi dan menepis anggapan bahwa ia sengaja mangkir dari persidangan.
Ruben Onsu dan Sarwendah dijadwalkan menghadiri sidang mediasi hak asuh anak di PN Jakarta Selatan pada Rabu, 22 Juli 2026. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memastikan bahwa kliennya akan hadir dalam agenda mediasi gugatan hak asuh anak menghadapi Sarwendah.
Menurut Minola, kehadiran Ruben sebagai prinsipal merupakan bagian dari proses mediasi agar upaya perdamaian dapat berjalan maksimal. Ia juga ingin menepis anggapan bahwa Ruben menghindari proses hukum karena sebelumnya tidak hadir dalam beberapa agenda persidangan.
Tepis isu mangkir, Ruben Onsu siap tatap muka dengan Sarwendah di sidang mediasi hak asuh anak ini akan menjadi langkah penting dalam penyelesaian sengketa hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Dalam sidang mediasi, kedua belah pihak diharapkan dapat menemukan solusi yang adil dan terbuka.
Sarwendah juga memastikan akan menghadiri agenda mediasi dalam perkara gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kuasa hukum Sarwendah, Mark Adrianus Ambarita, mengatakan kehadiran para prinsipal menjadi kewajiban dalam proses mediasi.
Tepis isu mangkir, Ruben Onsu siap tatap muka dengan Sarwendah di sidang mediasi hak asuh anak ini menunjukkan komitmen Ruben untuk menyelesaikan sengketa hak asuh anak dengan cara yang damai dan konstruktif. Dengan kehadiran Ruben dalam sidang mediasi, diharapkan proses mediasi dapat berjalan dengan lancar dan mencapai hasil yang memuaskan bagi kedua belah pihak.
Tepis isu mangkir, Ruben Onsu siap tatap muka dengan Sarwendah di sidang mediasi hak asuh anak merupakan langkah penting dalam upaya menyelesaikan sengketa hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Dengan demikian, diharapkan kedua belah pihak dapat menemukan solusi yang adil dan terbuka, serta memprioritaskan kepentingan anak-anak mereka.





