Tradisi sebar apem Klaten kembali digelar, pengakuan Menko Airlangga Hartarto langsung jadi sorotan. Ritual budaya yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun itu kembali dipadati warga dan peziarah yang datang untuk mengikuti prosesi sekaligus melestarikan warisan peninggalan Ki Ageng Gribig.
Pada pelaksanaan Yaa Qowiyyu 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto turut hadir dalam rangkaian acara. Dalam sambutannya, Airlangga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan bagian dari keluarga besar dzurriyah Ki Ageng Gribig. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan ajaran yang diwariskan Ki Ageng Gribig, khususnya nilai-nilai kebersamaan, silaturahmi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Airlangga juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia, para ulama, tokoh masyarakat, relawan, Pemda Klaten, aparat keamanan, dan seluruh warga yang telah menjaga serta melestarikan tradisi luhur ini dari generasi ke generasi. Tradisi sebar apem Klaten kembali digelar, pengakuan Menko Airlangga Hartarto langsung jadi sorotan karena menunjukkan komitmennya untuk melestarikan warisan budaya.
Tradisi Yaa Qowiyyu sendiri tidak dapat dipisahkan dari sosok Ki Ageng Gribig, seorang ulama yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Jatinom dan sekitarnya. Selama ratusan tahun, tradisi sebar apem tersebut terus diwariskan dan menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Klaten.
Tak hanya dikenal sebagai warisan budaya, Yaa Qowiyyu juga mengandung nilai-nilai religius, sosial, serta semangat kebersamaan yang terus dijaga hingga sekarang. Di balik kemeriahan tradisi tersebut, masyarakat juga diajak mengenal lebih dekat sosok Ki Ageng Gribig beserta sejarah dan asal-usul tradisi Yaa Qowiyyu yang diwariskannya dari generasi ke generasi.
Tradisi sebar apem Klaten kembali digelar, pengakuan Menko Airlangga Hartarto langsung jadi sorotan karena menunjukkan bahwa tradisi ini masih sangat penting dan relevan dalam masyarakat modern. Dengan demikian, tradisi sebar apem Klaten kembali digelar, pengakuan Menko Airlangga Hartarto langsung jadi sorotan yang patut dipertahankan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.





