Beranda / Politik / Ucapan Prabowo soal Londo Ireng Berbahaya Bagi Demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan Ini Kerap Diulang

Ucapan Prabowo soal Londo Ireng Berbahaya Bagi Demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan Ini Kerap Diulang

Ucapan Prabowo soal Londo Ireng Berbahaya Bagi Demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan Ini Kerap Diulang

Ucapan Prabowo soal Londo Ireng berbahaya bagi demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan ini kerap diulang, menjadi sorotan hangat di kalangan masyarakat dan para pengamat politik. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai “Londo Ireng” menuai kritik dan kecaman dari berbagai pihak. Ucapan Prabowo soal Londo Ireng berbahaya bagi demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan ini kerap diulang, karena dianggap merendahkan dan mendelegitimasi profesi dan kerja-kerja jurnalis di lapangan.

Menurut Afkar Aristoteles Mukhaer, Koordinator Divisi Advokasi AJI Yogyakarta, fungsi jurnalis, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil adalah menjalankan kontrol sosial, bukan menjadi lawan pemerintah. Ucapan Prabowo soal Londo Ireng berbahaya bagi demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan ini kerap diulang, karena jurnalis, LSM, dan para akademisi lainnya itu sebagai pengingat, bukan sebagai musuh negara.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai bahwa kritik yang disampaikan media merupakan bagian dari mekanisme demokrasi agar pemerintah mengetahui persoalan yang terjadi di masyarakat dan dapat memperbaiki kebijakan. Ucapan Prabowo soal Londo Ireng berbahaya bagi demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan ini kerap diulang, karena PDIP berpegang pada komitmen Presiden Prabowo bahwa demokrasi memerlukan pengawasan serta kritik yang penting.

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang melabeli Londo Ireng ke para pengkritik. Ucapan Prabowo soal Londo Ireng berbahaya bagi demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan ini kerap diulang, karena pelabelan terhadap kelompok masyarakat yang menjalankan fungsi pengawasan publik merupakan bentuk stigmatisasi terhadap penggunaan hak konstitusional warga negara.

Kesimpulan dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai “Londo Ireng” adalah bahwa ucapan Prabowo soal Londo Ireng berbahaya bagi demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan ini kerap diulang, karena dianggap merendahkan dan mendelegitimasi profesi dan kerja-kerja jurnalis di lapangan. Ucapan Prabowo soal Londo Ireng berbahaya bagi demokrasi, Formappi: Ketidaksukaan ini kerap diulang, karena perlu diingat bahwa jurnalis dan media pers bekerja di bawah naungan UU, dan kritik yang disampaikan media merupakan bagian dari mekanisme demokrasi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *