Yaman ogah izinkan wilayahnya dipakai Iran perangi AS, hal ini disampaikan oleh Pemerintah Yaman dalam pernyataan resminya. Yaman menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayahnya dipakai sebagai landasan untuk mengancam negara-negara tetangganya dan keamanan maritim internasional di Selat Bab el-Mandeb.
Konflik antara AS dan Iran telah memasuki tahap yang semakin memanas, dengan serangan-serangan yang dilancarkan oleh kedua belah pihak. Yaman, yang telah menjadi mediator dalam konflik ini, kini harus menghadapi tekanan dari Iran untuk membiarkan wilayahnya digunakan sebagai basis untuk menyerang AS.
Yaman ogah izinkan wilayahnya dipakai Iran perangi AS, karena hal ini dapat membahayakan keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Yaman juga mengecam serangan yang diluncurkan oleh milisi Houthi, sekutu setia Iran, terhadap kapal tanker asal Arab Saudi yang sedang melintas di Selat Bab el-Mandeb.
Yaman ogah izinkan wilayahnya dipakai Iran perangi AS, dan meminta Houthi untuk berhenti membantu Iran dalam perang melawan AS. Yaman juga meminta Houthi untuk menghormati aturan di Selat Bab el-Mandeb, yang merupakan salah satu wilayah perairan internasional yang penting.
Iran, di sisi lain, telah menyatakan bahwa mereka akan menghentikan serangan mereka selama AS tidak melanjutkan pengeboman terhadap wilayahnya. Namun, Yaman ogah izinkan wilayahnya dipakai Iran perangi AS, dan meminta kedua belah pihak untuk mencari solusi damai.
Yaman ogah izinkan wilayahnya dipakai Iran perangi AS, dan kini harus menghadapi tantangan untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Konflik antara AS dan Iran telah memasuki tahap yang semakin memanas, dan Yaman harus berhati-hati untuk tidak terjebak dalam konflik ini.
Kesimpulan, Yaman ogah izinkan wilayahnya dipakai Iran perangi AS, dan meminta kedua belah pihak untuk mencari solusi damai. Yaman harus menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, dan tidak boleh terjebak dalam konflik antara AS dan Iran.





