Beranda / Berita / Musi Rawas Rayakan Tari Piring Gelas sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026

Musi Rawas Rayakan Tari Piring Gelas sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026

Musi Rawas Rayakan Tari Piring Gelas sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026

Musi Rawas, Sumatera Selatan, baru saja merayakan penetapan Tari Piring Gelas sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026 oleh Kementerian Kebudayaan. Tarian ini memiliki sejarah panjang dan merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Musi Rawas.

Tari Piring Gelas sendiri memiliki keunikan tersendiri, yaitu atraksi penari yang menari di atas susunan piring dan gelas tanpa merusaknya. Tarian ini biasanya dipentaskan pada acara-acara penting seperti pernikahan, khitanan, dan acara adat.

Menurut Erwina, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Musi Rawas, Tari Piring Gelas telah menjadi bagian dari ritual masyarakat keturunan Jawa sejak zaman dahulu. Namun, kini tarian ini lebih sering dipentaskan sebagai seni pertunjukan dan penyambutan tamu.

Sementara itu, di bidang lain, Musi Rawas juga mengalami hujan yang cukup deras beberapa hari yang lalu. Hujan ini disambut positif oleh masyarakat, terutama para petani, karena membantu menyegarkan tanaman setelah beberapa hari cuaca panas akibat musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Rawas berharap hujan berlanjut untuk menekan titik hotspot, mengingat daerah tersebut telah menetapkan status darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga November 2026.

Dalam beberapa bulan terakhir, Musi Rawas juga terlibat dalam beberapa kasus kriminal, termasuk kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa seorang pria di Tigaraksa, Tangerang. Polisi telah menangkap pelaku dan sedang menyelidiki motif di balik kejahatan tersebut.

Dalam menghadapi berbagai tantangan, masyarakat Musi Rawas tetap berpegang pada budaya dan tradisi yang kuat. Dengan penetapan Tari Piring Gelas sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026, diharapkan budaya ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan untuk generasi mendatang.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *