Beranda / Kriminal / Aksi Damai PSHT Surabaya: Ribuan Pesilat Tuntut Penegakan Hukum

Aksi Damai PSHT Surabaya: Ribuan Pesilat Tuntut Penegakan Hukum

Aksi Damai PSHT Surabaya: Ribuan Pesilat Tuntut Penegakan Hukum

Ribuan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi damai di Surabaya untuk menuntut penegakan hukum atas kasus dugaan penganiayaan dan pembacokan terhadap anggota PSHT yang diduga dilakukan oknum debt collector.

Aksi damai ini dilakukan di depan Jalan Teuku Umar Kota Surabaya, Jawa Timur, dan menyebabkan sejumlah ruas jalan di pusat kota ditutup sementara. Penutupan dilakukan petugas untuk mengantisipasi pergerakan massa dan menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan bahwa polisi telah mengidentifikasi pelaku lain dan akan terus melakukan pengejaran. "Kami akan segera menangkap pelaku lainnya yang identitasnya sudah kami ketahui dan telah ditetapkan sebagai DPO," kata Luthfie.

Polrestabes Surabaya juga akan berkoordinasi dengan koordinator arus bawah PSHT Surabaya dengan memberikan foto para DPO sebagai bagian dari upaya mempercepat pencarian. Luthfie menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelaku tindak kekerasan. Seluruh pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Massa yang mengenakan pakaian serba hitam dan membawa bendera organisasi meminta kepolisian tidak berhenti pada penangkapan satu orang terduga pelaku, melainkan segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pembacokan terhadap dua anggota PSHT.

Kuasa hukum korban, Maksum Rosadin, meminta penyidik tidak berhenti hanya dengan menetapkan satu tersangka. Menurutnya, rekaman video yang beredar menunjukkan dugaan keterlibatan lebih dari satu orang dalam aksi penganiayaan tersebut.

PSHT menegaskan bahwa aksi damai ini dilakukan untuk mendesak penegakan hukum dan tidak akan berhenti sampai semua pelaku diproses secara hukum. Mereka juga meminta masyarakat ikut membantu apabila mengetahui keberadaan pelaku yang masih buron.

Dalam kesempatan ini, Kapolrestabes Surabaya berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional dan transparan. Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme di Surabaya.

PSHT Surabaya berharap agar kasus ini dapat segera diungkap dan semua pelaku dapat diberikan hukuman yang setimpal. Mereka juga berharap agar masyarakat dapat mendukung upaya penegakan hukum dan tidak membiarkan aksi kekerasan terjadi di Surabaya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *