Apakah posisi duduk Gibran di sidang kabinet tak di samping Prabowo melanggar aturan keprotokolan? Pertanyaan ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setelah sidang kabinet paripurna yang diadakan di Istana Negara, Jakarta. Dalam sidang tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak duduk di samping Presiden Prabowo Subianto, melainkan duduk di deretan menteri.
Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, perubahan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna hanya karena kebutuhan teknis. Prabowo menggunakan teleprompter untuk memaparkan evaluasi dan arah kebijakan semester kedua 2026, sehingga tata letak sidang disusun berbeda dari biasanya. Seluruh peserta, termasuk Wakil Presiden, ditempatkan menghadap Presiden yang berada di bagian depan ruangan.
Prasetyo menjelaskan bahwa sidang kabinet kali ini merupakan Sidang Kabinet Paripurna pertama setelah sekitar empat bulan. Sidang sebelumnya digelar pada 13 Maret 2026. Menurut dia, Presiden memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan evaluasi capaian pemerintahan sekaligus arahan percepatan program pada semester kedua 2026.
Wakil Ketua Umum PAN Saleh Partaonan Daulay meminta agar persoalan tersebut tidak ditafsirkan macam-macam. Menurutnya, yang terpenting adalah tidak ada yang dilanggar dari persoalan tersebut. Ia mengatakan lebih baik semua pihak fokus kerja dan memenuhi target Prabowo daripada berspekulasi yang belum tentu tepat.
Apakah posisi duduk Gibran di sidang kabinet tak di samping Prabowo melanggar aturan keprotokolan? Menurut Istana, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Perubahan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hanya karena kebutuhan teknis, bukan karena faktor lain. Apakah posisi duduk Gibran di sidang kabinet tak di samping Prabowo melanggar aturan keprotokolan? Jawabannya adalah tidak, karena perubahan posisi duduk tersebut hanya karena kebutuhan teknis.
Apakah posisi duduk Gibran di sidang kabinet tak di samping Prabowo melanggar aturan keprotokolan? Pertanyaan ini telah terjawab. Yang terpenting adalah tidak ada yang dilanggar dari persoalan tersebut, dan semua pihak harus fokus kerja untuk memenuhi target Prabowo.





