Gelombang panas picu kebakaran hutan besar, Eropa masuk status siaga karena suhu ekstrem yang mencapai 40 derajat Celsius. Benua ini memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global, sehingga mengalami musim kebakaran yang lebih awal dan lebih parah.
Kebakaran hutan besar terjadi di beberapa negara Eropa, termasuk Portugal, Spanyol, Prancis, dan Yunani. Lebih dari 20 ribu hektare lahan terbakar, dan ribuan warga dievakuasi. Pemerintah setempat mengerahkan petugas pemadam kebakaran, kendaraan, dan pesawat untuk memadamkan api.
Fenomena heat dome atau kubah panas menjadi faktor dominan yang mengendalikan cuaca musim panas di Eropa. Sistem tekanan tinggi yang luas menetap di suatu kawasan dalam jangka waktu yang lama, sehingga memerangkap udara hangat dan memaksa lapisan udara tersebut turun dan menekan ke arah daratan.
Gelombang panas picu kebakaran hutan besar, Eropa masuk status siaga karena suhu ekstrem yang mencapai 40 derajat Celsius. Benua ini memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global, sehingga mengalami musim kebakaran yang lebih awal dan lebih parah. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya curah hujan, sehingga risiko kebakaran akan terus tinggi hingga pekan depan.
Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim mempercepat datangnya musim kebakaran di Eropa. Gelombang panas picu kebakaran hutan besar, Eropa masuk status siaga karena suhu ekstrem yang mencapai 40 derajat Celsius. Benua ini memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global, sehingga mengalami musim kebakaran yang lebih awal dan lebih parah.
Kesimpulan, gelombang panas picu kebakaran hutan besar, Eropa masuk status siaga karena suhu ekstrem yang mencapai 40 derajat Celsius. Benua ini memanas dua kali lebih cepat dari rata-rata global, sehingga mengalami musim kebakaran yang lebih awal dan lebih parah. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya curah hujan, sehingga risiko kebakaran akan terus tinggi hingga pekan depan.





