Beranda / Berita / Gemas! Kepala BGN Sudaryono jawab anggapan MBG habiskan anggaran negara

Gemas! Kepala BGN Sudaryono jawab anggapan MBG habiskan anggaran negara

Gemas! Kepala BGN Sudaryono jawab anggapan MBG habiskan anggaran negara

Gemas! Kepala BGN Sudaryono jawab anggapan MBG habiskan anggaran negara [titlebase]. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berarti menghabiskan seluruh anggaran negara atau menghentikan program pemerintah lainnya. Penegasan itu disampaikan Kepala BGN untuk meluruskan anggapan yang berkembang di media sosial bahwa anggaran negara banyak terserap untuk MBG, sehingga menyebabkan program lain, seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, hingga pembangunan jembatan, tidak berjalan.

Menurut Sudaryono, berbagai program pembangunan tetap berjalan secara paralel di berbagai sektor. Ia mencontohkan sektor pertanian. Sebelum program MBG berjalan, persoalan ketersediaan pupuk juga telah menjadi perhatian. Bahkan, setelah anggaran pemerintah dialokasikan untuk MBG, pemerintah tetap melakukan upaya untuk mencukupi kebutuhan pupuk dan memberikan kebijakan harga yang lebih terjangkau.

Sudaryono juga menyinggung pembangunan infrastruktur irigasi yang menurutnya tetap berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MBG. “Dulu tidak ada MBG itu banyak jaringan irigasi rusak loh. Terus sekarang ada MBG, sudah diambil untuk MBG, sekarang ada revitalisasi irigasi Rp12 triliun, Rp14 triliun, sampai lima tahun ini diberesin semua,” kata Sudaryono.

Gemas! Kepala BGN Sudaryono jawab anggapan MBG habiskan anggaran negara [titlebase] karena program ini tetap berjalan secara paralel dengan program lainnya. Sudaryono menegaskan bahwa MBG tidak menghabiskan anggaran negara, melainkan membantu meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

Gemas! Kepala BGN Sudaryono jawab anggapan MBG habiskan anggaran negara [titlebase] dengan menegaskan bahwa program ini tetap berjalan secara transparan dan bertanggung jawab. Ia mencontohkan bahwa program MBG telah membantu meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia, serta membantu meningkatkan penghasilan petani, peternak, dan nelayan.

Untuk mencegah kejadian serupa, BGN juga tengah mempercepat penerapan sistem digital yang memungkinkan seluruh tahapan produksi makanan terdokumentasi dan dipantau secara menyeluruh, mulai dari waktu memasak, menu, hingga penggunaan bahan dan bumbu. “Kita sudah siapkan sistemnya. Ini sekarang lagi kita paksa semua dapur, ada Korcam dan lain-lain, lagi kita paksa kita kerja pakai sistem. Jadi kapan kol mulai dicacah, kapan dimasak itu semua kita lock. Dan kita lagi siapkan ini (sistemnya). Kita kebut semua. Moga-moga seminggu dua minggu ini sudah beres,” ujar Sudaryono.

Gemas! Kepala BGN Sudaryono jawab anggapan MBG habiskan anggaran negara [titlebase] dengan menegaskan bahwa program ini tetap berjalan secara paralel dengan program lainnya dan membantu meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Sudaryono menegaskan bahwa MBG tidak menghabiskan anggaran negara, melainkan membantu meningkatkan kualitas gizi dan membantu meningkatkan penghasilan petani, peternak, dan nelayan.

Kesimpulan, Gemas! Kepala BGN Sudaryono jawab anggapan MBG habiskan anggaran negara [titlebase] dengan menegaskan bahwa program ini tetap berjalan secara paralel dengan program lainnya dan membantu meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Sudaryono menegaskan bahwa MBG tidak menghabiskan anggaran negara, melainkan membantu meningkatkan kualitas gizi dan membantu meningkatkan penghasilan petani, peternak, dan nelayan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *