Presiden Donald Trump kembali membuka luka lama tentang Greenland pada malam sebelum pertemuan dengan pemimpin NATO, dengan mengulangi tuntutannya bahwa Amerika Serikat harus menguasai pulau semiautonomi tersebut. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menolak tuntutan Trump tersebut dan menyatakan bahwa “Greenland tentu tidak dijual”.
Trump membuat pernyataan tersebut di sela-sela pertemuan NATO di Ankara, Turki, setelah serangan Amerika terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal di Selat Hormuz. Ketika ditanya oleh wartawan tentang status gencatan senjata antara kedua negara, ia mengatakan bahwa “ini hanya pemborosan waktu untuk berurusan dengan mereka”. Ia juga menyatakan bahwa ia akan memungkinkan percakapan untuk terus berlanjut.
Greenland, sebuah pulau semiautonomi di bawah Denmark, telah menjadi fokus perhatian dalam beberapa hari terakhir karena keinginan Trump untuk menguasainya. Keinginan ini telah ditolak oleh Denmark dan telah menyebabkan ketegangan antara kedua negara.
Trump juga mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memberikan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi sistem pertahanan udara Patriot, yang merupakan dorongan besar bagi Kyiv dalam perjuangannya melawan Rusia. Pengumuman ini dibuat selama pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sela-sela pertemuan NATO.
Greenland, dengan penduduk sekitar 56.000 orang, memiliki pentingnya strategis karena lokasinya yang unik di wilayah Arktik. Pulau ini juga kaya akan sumber daya alam, termasuk minyak, gas, dan mineral. Keinginan Trump untuk menguasai Greenland telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan negara-negara NATO dan telah menimbulkan pertanyaan tentang motifnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Greenland telah menjadi semakin penting dalam percaturan geopolitik global, terutama karena peranannya dalam perdagangan internasional dan keamanan regional. Karena itu, keinginan Trump untuk menguasai Greenland telah menyebabkan ketegangan yang signifikan dan telah memicu debat tentang masa depan pulau ini.
Di akhir pertemuan NATO, Trump menyatakan bahwa ia akan terus berusaha untuk memperkuat hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara NATO lainnya, termasuk Denmark. Namun, keinginannya untuk menguasai Greenland tetap menjadi sumber ketegangan dan kekhawatiran di kalangan negara-negara anggota NATO.





