Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, memberikan peringatan kepada seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang nekat melakukan mark up harga bahan pangan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Pihaknya tak segan memecat hingga menutup dapur jika terbukti ada oknum Kepala SPPG yang melakukan pelanggaran tersebut.
Sudaryono menjelaskan bahwa kepala SPPG yang melakukan mark up harga bahan pangan juga merupakan bagian dari pelanggaran gratifikasi dan pelanggaran korupsi. Ia meminta agar para mitra SPPG untuk melaporkan ke BGN jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran tersebut.
Langkah ini diambil agar kerja keras dan dedikasi ribuan orang yang jujur serta berintegritas dalam melaksanakan program MBG tidak ternodai oleh ulah segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab. Sudaryono menekankan bahwa kepala SPPG merupakan pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sehingga mereka memiliki peranan sebagai abdi negara.
Sebelumnya, Sudaryono telah dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, menggantikan Nanik S. Deyang yang telah mengundurkan diri. Ia telah menegaskan bahwa pemenuhan gizi terhadap anak sangat penting dan program MBG hadir sebagai tindakan nyata pemerintah untuk memberi gizi pada anak.
Sudaryono juga menegaskan bahwa program MBG bisa menyerap roda perekonomian lokal, sehingga berdampak positif pada peternak, nelayan, dan petani di daerah. Ia yakin dengan efek perekonomian tersebut karena telah melihat langsung selama menjadi Wakil Menteri Pertanian Kabinet Merah Putih.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pemerintah belum membahas pengganti posisi Wakil Menteri Pertanian setelah Sudaryono resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Ia meminta seluruh pihak untuk bersabar karena Sudaryono baru saja ditunjuk dan dilantik menjadi Kepala BGN.
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono juga telah memecat 261 pegawai yang bermasalah, termasuk 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap oknum-oknum yang melakukan pelanggaran.
Kesimpulan dari berbagai pernyataan dan tindakan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional adalah bahwa ia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan integritas program MBG, serta memastikan bahwa program tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien. Ia juga berharap bahwa program MBG dapat memberikan dampak positif pada masyarakat, terutama pada anak-anak yang membutuhkan gizi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.





