Konflik memanas, Donald Trump bersiap ambil alih kendali Selat Hormuz, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui oleh 20 persen ekspor minyak dan gas dunia.
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan mengambil alih operasi di Selat Hormuz dan mengharapkan negara-negara lain untuk membayar AS yang telah melindungi jalur pelayaran strategis tersebut. Trump juga mengancam akan mempertahankan pengaruh AS atas selat itu dan berpotensi mengenakan biaya tol jika negosiasi gencatan senjata gagal.
Konflik memanas, Donald Trump bersiap ambil alih kendali Selat Hormuz, setelah militer Amerika Serikat secara resmi melanjutkan operasi tempur udara ke wilayah Iran pekan lalu. Langkah agresif ini diambil sebagai respons langsung atas tindakan Teheran yang menyerang kapal-kapal komersial berbendera netral.
Pemerintah Amerika Serikat menilai tindakan sepihak Iran tersebut telah mencederai nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua belah pihak. Oleh karena itu, serangan balasan ini menjadi sinyal keras bahwa Washington tidak akan menoleransi gangguan di jalur laut internasional.
Konflik memanas, Donald Trump bersiap ambil alih kendali Selat Hormuz, dan ini menandai runtuhnya stabilitas perdamaian sementara yang sempat diupayakan bulan lalu. Sesuai koridor hukum War Powers Act, Donald Trump telah menyerahkan notifikasi resmi kepada Kongres pada tanggal 10 Juli 2026.
Pemberitahuan tertulis tersebut kini memicu tenggat waktu 60 hari bagi parlemen untuk menentukan nasib operasi militer ini. Melalui surat resminya, Donald Trump memastikan bahwa tidak ada satu pun pasukan darat yang diterjunkan ke teritori musuh.
Konflik memanas, Donald Trump bersiap ambil alih kendali Selat Hormuz, dan ini membuat harga minyak mentah dunia langsung melonjak tajam. Departemen Keuangan Amerika Serikat bahkan bergerak cepat dengan memberlakukan kembali sanksi ekonomi pada sektor penjualan minyak mentah.
Kesimpulan dari konflik ini adalah bahwa Amerika Serikat dan Iran masih saling berkonflik, dan Konflik memanas, Donald Trump bersiap ambil alih kendali Selat Hormuz, yang dapat memicu perang terbuka antara kedua negara tersebut.





