Profil Sudewo, Bupati Pati yang Viral Karena Kebijakan Kenaikan PBB 250 Persen
Profil Sudewo, Bupati Pati yang Viral Karena Kebijakan Kenaikan PBB 250 Persen
Tayang: Selasa, 5 Agustus 2025 18:21 WIB
Sumber: Tribunnews.com
Bupati Sudewo kini menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah kebijakan kontroversialnya mengenai kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai 250 persen. Kebijakan ini memicu banyak polemik, namun Sudewo tetap teguh dengan pendiriannya bahwa keputusan tersebut demi kemajuan Kabupaten Pati.
Latar Belakang dan Pendidikan Sudewo
Sudewo lahir pada 11 Oktober 1968 di Pati, Jawa Tengah. Sebelum menjabat sebagai Bupati, Sudewo memiliki perjalanan karir yang cukup panjang. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1993, kemudian melanjutkan pendidikan S2 Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro (UNDIP).
Karir Profesional Sudewo
Setelah lulus kuliah, Sudewo memulai karirnya di dunia konstruksi sebagai karyawan di PT Jaya Construction pada 1993 hingga 1994. Kemudian, ia bekerja sebagai pegawai honorer di Departemen Pekerjaan Umum Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan Bali. Pada tahun 1997, Sudewo diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Pekerjaan Umum Kanwil Jawa Timur, sebelum akhirnya berkarir di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar.
Kontroversi Kenaikan Tarif PBB-P2
Kebijakan Sudewo untuk menaikkan tarif PBB-P2 sebesar 250 persen menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Pati. Banyak yang mempertanyakan kebijakan tersebut, namun Sudewo tetap percaya bahwa kebijakan tersebut akan memberikan manfaat besar untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Pati.
Sikap Teguh Sudewo dalam Menghadapi Demo
Meskipun kebijakan tersebut mendapat penolakan dari sebagian warga, Sudewo tidak gentar menghadapi protes. Ia bahkan menyatakan bahwa meskipun ada 50 ribu orang yang berunjuk rasa, dirinya tidak akan mengubah keputusan terkait kenaikan tarif PBB-P2.
Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pati, Sudewo yakin bahwa kebijakan yang ia terapkan adalah langkah terbaik untuk pembangunan daerah yang lebih baik.Tayang: Selasa, 5 Agustus 2025 18:21 WIB
Sumber: Tribunnews.com
Bupati Sudewo kini menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah kebijakan kontroversialnya mengenai kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai 250 persen. Kebijakan ini memicu banyak polemik, namun Sudewo tetap teguh dengan pendiriannya bahwa keputusan tersebut demi kemajuan Kabupaten Pati.
Latar Belakang dan Pendidikan Sudewo
Sudewo lahir pada 11 Oktober 1968 di Pati, Jawa Tengah. Sebelum menjabat sebagai Bupati, Sudewo memiliki perjalanan karir yang cukup panjang. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1993, kemudian melanjutkan pendidikan S2 Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro (UNDIP).
Karir Profesional Sudewo
Setelah lulus kuliah, Sudewo memulai karirnya di dunia konstruksi sebagai karyawan di PT Jaya Construction pada 1993 hingga 1994. Kemudian, ia bekerja sebagai pegawai honorer di Departemen Pekerjaan Umum Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan Bali. Pada tahun 1997, Sudewo diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Pekerjaan Umum Kanwil Jawa Timur, sebelum akhirnya berkarir di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar.
Kontroversi Kenaikan Tarif PBB-P2
Kebijakan Sudewo untuk menaikkan tarif PBB-P2 sebesar 250 persen menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Pati. Banyak yang mempertanyakan kebijakan tersebut, namun Sudewo tetap percaya bahwa kebijakan tersebut akan memberikan manfaat besar untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Pati.
Sikap Teguh Sudewo dalam Menghadapi Demo
Meskipun kebijakan tersebut mendapat penolakan dari sebagian warga, Sudewo tidak gentar menghadapi protes. Ia bahkan menyatakan bahwa meskipun ada 50 ribu orang yang berunjuk rasa, dirinya tidak akan mengubah keputusan terkait kenaikan tarif PBB-P2.
Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pati, Sudewo yakin bahwa kebijakan yang ia terapkan adalah langkah terbaik untuk pembangunan daerah yang lebih baik.
penulis: lili rahma dini