Program MBG kembali berjalan, BGN klaim sudah lakukan pembenahan [titlebase] menjadi perhatian utama dalam beberapa hari terakhir. Setelah berhenti selama 18 hari masa libur, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa kualitas menu tetap menjadi prioritas, dengan memastikan protein hewani hadir secara konsisten dalam makanan yang diterima peserta didik.
Wakil Kepala BGN, Trenggono, mengatakan bahwa setiap menu MBG harus mampu memenuhi kebutuhan gizi anak secara lengkap dan seimbang guna mendukung tumbuh kembang mereka. "Menu berbahan protein hewani, termasuk daging, perlu diupayakan tersedia secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan, kecukupan gizi, dan ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah," kata Trenggono.
Selain memastikan kualitas menu, Trenggono juga mengingatkan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra pelaksana agar menjalankan program sesuai standar operasional. Mereka diminta aktif melakukan pendampingan saat monitoring, membangun komunikasi rutin dengan sekolah, serta menghimpun masukan dari kepala sekolah, guru, siswa, dan penerima manfaat sebagai bahan evaluasi penyusunan menu.
Program MBG kembali berjalan, BGN klaim sudah lakukan pembenahan [titlebase] dengan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala di berbagai daerah agar pelaksanaan MBG tetap berjalan sesuai target. Pada hari pertama pelaksanaan MBG setelah libur sekolah, Trenggono bersama Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati juga meninjau langsung pelaksanaan program di sejumlah sekolah dan dapur SPPG di Jakarta Pusat.
Program MBG kembali berjalan, BGN klaim sudah lakukan pembenahan [titlebase] dengan mengutamakan pemanfaatan bahan pangan lokal dan melibatkan pelaku usaha di sekitar wilayah pelaksanaan program. "Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi penggerak ekosistem pangan di daerah. Kita perlu memanfaatkan buah-buahan lokal yang kualitasnya berkualitas, mengurangi ketergantungan pada bahan baku produksi pabrikan, serta mengutamakan pasokan dari UMKM," kata Trenggono.
Program MBG kembali berjalan, BGN klaim sudah lakukan pembenahan [titlebase] dengan melakukan berbagai langkah perbaikan untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan program MBG selama libur tiga pekan. Pembenahan tersebut mencakup penguatan tata kelola dan penyempurnaan berbagai aspek operasional agar pelaksanaan program semakin optimal.
Program MBG kembali berjalan, BGN klaim sudah lakukan pembenahan [titlebase] dengan memastikan bahwa distribusi MBG kembali berjalan dengan baik setelah masa penyesuaian. Berbagai pembenahan yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima.
Kesimpulan dari pelaksanaan Program MBG kembali berjalan, BGN klaim sudah lakukan pembenahan [titlebase] adalah bahwa program ini memiliki dampak positif pada kualitas gizi anak sekolah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi yang terus-menerus untuk memastikan bahwa program ini berjalan sesuai target dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh penerima.





