Purbaya mengaku diberi kode BI: Jangan ikut campur kebijakan moneter [titlebase], hal ini menarik perhatian banyak pihak. Baru-baru ini, Bank Sentral Korea Selatan melakukan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Langkah ini diambil seiring dengan inflasi yang meningkat akibat pertumbuhan ekonomi yang tumbuh lebih kuat.
Purbaya mengaku diberi kode BI: Jangan ikut campur kebijakan moneter [titlebase], ini menandakan adanya perubahan dalam kebijakan moneter. Bank of Korea menaikkan suku bunga repo tujuh hari sebesar seperempat poin menjadi 2,75%, sesuai dengan ekspektasi semua ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Langkah ini menandai dimulainya siklus kebijakan baru setelah mereka sempat memangkas suku bunga hingga empat kali sejak akhir tahun 2024.
Kenaikan suku bunga terakhir kali terjadi pada Januari 2023. Gubernur Shin Hyun Song mengatakan, perlu untuk mempertahankan bias pengetatan karena inflasi masih di atas target, pertumbuhan menguat, dan risiko stabilitas keuangan tetap ada. Purbaya mengaku diberi kode BI: Jangan ikut campur kebijakan moneter [titlebase], ini menunjukkan adanya kehati-hatian dalam mengambil keputusan.
Namun, ia tidak memberikan sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga lagi dalam waktu dekat bulan depan atau di mana suku bunga akhirnya akan mencapai puncaknya. “Beberapa pertemuan kebijakan berikutnya semuanya akan segera dilaksanakan,” kata Shin dalam konferensi pers. Purbaya mengaku diberi kode BI: Jangan ikut campur kebijakan moneter [titlebase], ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut masih terbuka untuk perubahan.
Shin mengatakan, tetap membuka semua opsi dan mendasarkan keputusan mereka pada data yang masuk. Bank sentral juga akan terus merespons inflasi secara berkelanjutan hingga mendekati targetnya, dan memperingatkan bahwa pertumbuhan yang lebih kuat dapat menghasilkan tekanan inflasi tambahan yang didorong oleh permintaan. Purbaya mengaku diberi kode BI: Jangan ikut campur kebijakan moneter [titlebase], ini menunjukkan adanya upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Nilai tukar won menguat saat Shin berbicara, sedangkan imbal hasil obligasi negara tersebut bergerak turun. Imbal hasil obligasi tiga tahun Korea Selatan turun 4 basis poin menjadi 3,83%, dan imbal hasil obligasi 10 tahun juga turun 4 basis poin menjadi 4,29%. Pasar swap saat ini memperkirakan setidaknya dua kenaikan suku bunga lagi dalam enam bulan ke depan.
Pernyataan gubernur tersebut secara konsisten bernada hawkish. Ia mengatakan proyeksi pertumbuhan 2,6% tahun ini pada bulan Mei tampaknya terlalu rendah, dan akan direvisi naik "secara substansial" pada bulan Agustus. Ekspor, investasi, dan konsumsi semuanya terbukti lebih kuat dari yang diperkirakan, katanya, sementara inflasi kemungkinan akan tetap di atas target BOK untuk jangka waktu yang cukup lama.
Sebagai kesimpulan, Purbaya mengaku diberi kode BI: Jangan ikut campur kebijakan moneter [titlebase] menunjukkan adanya perubahan dalam kebijakan moneter. Kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Korea Selatan menandai dimulainya siklus kebijakan baru. Dengan mempertahankan bias pengetatan, bank sentral berupaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengontrol inflasi.





