Beranda / Keuangan / Rans Saham Menjadi Sorotan Pasar Modal, BEI Sesuaikan Target IPO

Rans Saham Menjadi Sorotan Pasar Modal, BEI Sesuaikan Target IPO

Rans Saham Menjadi Sorotan Pasar Modal, BEI Sesuaikan Target IPO

Rans saham menjadi salah satu topik hangat di pasar modal saat ini. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang untuk menyesuaikan target pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) setiap tahun seiring dinamika kondisi pasar. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan yang masih membayangi pasar keuangan sepanjang 2026. Meski demikian, BEI memastikan target jangka panjang untuk memiliki lebih dari 1.100 perusahaan tercatat pada 2030 tetap tidak berubah.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan kondisi pasar keuangan global yang masih dipenuhi ketidakpastian membuat sejumlah perusahaan menunda rencana melantai di bursa. Menurutnya, keputusan sebuah perusahaan untuk melakukan IPO sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar agar aksi korporasi tersebut dapat berjalan optimal. Maka dari itu, target penambahan emiten setiap tahun akan disesuaikan dengan perkembangan pasar tanpa mengubah sasaran jangka panjang yang telah ditetapkan.

BEI juga terus mengkaji berbagai usulan insentif guna meningkatkan daya tarik pasar modal, baik bagi perusahaan yang ingin melantai di bursa maupun bagi investor. Jeffrey menjelaskan, kajian tersebut telah disampaikan kepada pemerintah. Namun, keputusan mengenai bentuk maupun waktu pemberian insentif sepenuhnya berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sementara itu, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) telah melakukan pencatatan saham perdana di BEI. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa BEI telah melakukan penilaian atas pemenuhan ketentuan dan kelayakan pencatatan saham RANS. Menurutnya, RANS telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

RANS sendiri memiliki sejumlah pemegang saham dari kalangan pengusaha, figur publik, hingga investor institusi. Raffi Ahmad, pendiri RANS, menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 62,93 persen saham. Sementara itu, PT Indonesia Entertainment Group (Grup Emtek) tercatat memiliki 7,23 persen saham RANS.

BEI juga tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk memperluas basis perusahaan yang berpotensi mencatatkan saham perdana di pasar modal. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki prospek yang menjanjikan karena mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau pada awal perdagangan, dengan IHSG dibuka menguat ke level 5.934. Saham RANS sendiri diburu investor, dengan harga saham RANS pada sesi pertama perdagangan berada di level Rp238 per saham.

Kesimpulan, rans saham menjadi salah satu topik hangat di pasar modal saat ini. BEI terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik pasar modal dengan menyesuaikan target IPO dan mengkaji berbagai usulan insentif. Sementara itu, RANS telah melakukan pencatatan saham perdana di BEI dan memiliki sejumlah pemegang saham dari kalangan pengusaha, figur publik, hingga investor institusi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *