Entourage Bali minta maaf usai dituding diskriminasi WNI, dua pendiri kini dicekal masuk Indonesia. Kasus ini bermula dari kegiatan lari Silent Disco yang diselenggarakan oleh komunitas Entourage Bali di Canggu, Bali. Banyak netizen yang memprotes karena diduga terdapat diskriminasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) dalam kegiatan tersebut.
Menurut laporan, beberapa warga negara Indonesia yang mencoba mendaftar untuk bergabung dalam kegiatan lari tersebut ditolak oleh panitia penyelenggara. Sementara itu, orang asing yang mendaftar dapat diterima dengan mudah. Hal ini memicu kemarahan dan protes dari masyarakat luas.
Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengambil langkah tegas dengan menerapkan larangan masuk bagi dua warga negara asing (WNA) yang bertindak sebagai penyelenggara acara. Mereka dilarang masuk ke Indonesia selama 10 tahun. Langkah ini diambil karena kegiatan yang diselenggarakan oleh Entourage Bali diduga melanggar aturan dan sarat dengan diskriminasi terhadap warga setempat.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan bahwa kegiatan lari Silent Disco tidak memiliki izin penyelenggaraan dari pemerintah daerah. Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi kegiatan serupa untuk kembali diselenggarakan di Bali.
Entourage Bali minta maaf usai dituding diskriminasi WNI, dua pendiri kini dicekal masuk Indonesia. Mereka membantah tuduhan diskriminasi dan mengaku bahwa kesalahan terjadi karena sistem otomatis WhatsApp. Namun, penjelasan ini tidak dapat meredakan kemarahan masyarakat.
Entourage Bali minta maaf usai dituding diskriminasi WNI, dua pendiri kini dicekal masuk Indonesia. Kasus ini menjadi perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah berjanji untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh warga negara asing di Indonesia.
Entourage Bali minta maaf usai dituding diskriminasi WNI, dua pendiri kini dicekal masuk Indonesia. Masyarakat berharap bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai dan menghormati warga negara Indonesia.




