Antisipasi scam, OJK minta masyarakat kroscek petugas BPS saat sensus ekonomi 2026 menjadi salah satu fokus utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjaga keamanan data masyarakat. Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, OJK meminta masyarakat untuk memverifikasi identitas petugas Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum menyerahkan data.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa kejahatan digital kini bersifat lintas negara dan para pelaku memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), aset kripto, hingga berbagai teknologi baru untuk menyamarkan identitas dan mempersulit pelacakan aliran dana hasil kejahatan. Oleh karena itu, penguatan sistem pengawasan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Friderica juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Center (IASC), ancaman penipuan digital masih menunjukkan tren peningkatan. Sejak mulai beroperasi pada November 2024 hingga Juni 2026, pusat penanganan tersebut telah menerima lebih dari 608 ribu laporan dugaan penipuan.
OJK meminta masyarakat untuk memeriksa kartu identitas petugas dan melakukan konfirmasi kepada pengurus RT/RW apabila diperlukan. Petugas BPS umumnya berkoordinasi dengan perangkat lingkungan sebelum mendatangi responden.
Di sisi lain, OJK meminta pelaku usaha jasa keuangan memberikan jawaban yang akurat kepada petugas BPS. Friderica menilai hasil Sensus Ekonomi 2026 diperlukan untuk memetakan kondisi ekonomi secara lebih rinci, termasuk aktivitas usaha di daerah.
Antisipasi scam, OJK minta masyarakat kroscek petugas BPS saat sensus ekonomi 2026 menjadi salah satu cara untuk mencegah penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. OJK yakin bahwa BPS memiliki standar dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan data responden.
Antisipasi scam, OJK minta masyarakat kroscek petugas BPS saat sensus ekonomi 2026 juga menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia secara lebih granular. Dalam kaitan hal ini, OJK turut mengimbau agar seluruh pelaku usaha jasa keuangan memberikan jawaban yang valid kepada petugas BPS agar hasil sensus mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Antisipasi scam, OJK minta masyarakat kroscek petugas BPS saat sensus ekonomi 2026 menjadi salah satu fokus utama OJK dalam menjaga keamanan data masyarakat. OJK meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya pihak yang mengatasnamakan petugas BPS.
Kesimpulan, antisipasi scam, OJK minta masyarakat kroscek petugas BPS saat sensus ekonomi 2026 menjadi salah satu cara untuk mencegah penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. OJK yakin bahwa BPS memiliki standar dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan data responden.


