Bagas Maulana, mantan duet Muhammad Shohibul Fikri, telah memutuskan untuk pindah ke sektor ganda campuran. Keputusan ini diambil setelah Bagas menyampaikan keinginannya untuk mengubah fokus kariernya. Ia akan dipasangkan dengan Indah Cahya Sari Jamil pada ajang Polytron Pontianak Indonesia International Challenge 2026.
Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, keputusan ini merupakan bagian dari evaluasi tim pelatih demi meningkatkan prestasi ganda campuran. Eng Hian menegaskan bahwa perpindahan Bagas bukanlah keputusan yang diambil tanpa pertimbangan.
Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, menilai bahwa karakter permainan Bagas sesuai dengan kebutuhan ganda campuran. Selain faktor teknik, Anton juga melihat postur tubuh dan kekuatan pukulan Bagas sebagai nilai tambah untuk bermain di sektor ganda campuran.
Bagas Maulana sendiri telah menyampaikan keinginannya untuk beralih fokus dari sektor ganda putra ke ganda campuran. Ia berharap dapat meningkatkan prestasi di sektor baru ini.
Debut perdana Bagas Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil di Pontianak International Challenge 2026 akan menjadi kesempatan pertama bagi keduanya untuk menguji kekompakan dalam pertandingan resmi.
PP PBSI juga mengumumkan bahwa Badminton World Federation (BWF) saat ini sedang menjalankan proses peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.
Bagas Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil diprediksi akan menjadi pasangan yang kuat di sektor ganda campuran. Mereka akan berusaha untuk meningkatkan prestasi dan membawa nama Indonesia di kancah internasional.
Kesimpulan dari perpindahan Bagas Maulana ke sektor ganda campuran adalah bahwa ini merupakan keputusan yang strategis untuk meningkatkan prestasi tim bulutangkis Indonesia. Dengan kekuatan dan kemampuan Bagas, ia diyakini dapat membawa pasangannya, Indah Cahya Sari Jamil, untuk meraih kesuksesan di sektor ganda campuran.





