Beranda / Keuangan / Ferry Latuhihin Singgung Isu Perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo: Terjadi Dispute, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ferry Latuhihin Singgung Isu Perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo: Terjadi Dispute, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ferry Latuhihin Singgung Isu Perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo: Terjadi Dispute, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ferry Latuhihin singgung isu perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo: Terjadi dispute. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyinggung rumor perselisihan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Menurut Ferry, perselisihan itu terjadi ketika Perry, yang saat itu masih menjadi Gubernur BI, tidak sepakat dengan Purbaya perihal BI rate.

Ferry Latuhihin singgung isu perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo: Terjadi dispute, karena kabarnya Purbaya tidak setuju Perry mempertahankan BI rate di 5,75 persen. Ferry menilai keputusan Perry mempertahankan BI rate saat ini merupakan langkah yang tepat dari sudut pandang moneter. Menurut Ferry, jika suku bunga acuan dinaikkan ke 6 persen demi menjaga rupiah, hal itu justru salah.

Ferry Latuhihin singgung isu perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo: Terjadi dispute, karena menaikkan suku bunga di tengah kondisi ekonomi yang rapuh sama saja dengan bunuh diri, sementara menurunkannya justru memperburuk tekanan terhadap rupiah. Di sisi lain, pemerintah telah menerima surat pengunduran diri Perry. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas dedikasi Perry selama tujuh tahun memimpin BI.

Ferry Latuhihin singgung isu perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo: Terjadi dispute, karena mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI memicu guncangan di pasar keuangan nasional. Keputusan yang diambil meski masa jabatan Perry Warjiyo masih menyisakan waktu dua tahun ini menuai tanda tanya besar dari para investor dan pengamat ekonomi. Isu benturan kepentingan antara kebijakan moneter bank sentral dan kebijakan fiskal pemerintah pun menyeruak ke permukaan.

Ekonom Senior Ferry Latuhihin menilai, ketegangan yang berujung pada mundurnya Perry Warjiyo tidak lepas dari adanya perbedaan pandangan mendasar dengan pemerintah mengenai fungsi moneter. Ferry menegaskan jika tak ada batas yang tegas antara kebijakan fiskal pemerintah dan kewenangan moneter bank sentral, maka hal ini bisa berujung pada risiko besar. Ferry Latuhihin singgung isu perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo: Terjadi dispute, karena kabarnya Purbaya tidak setuju Perry mempertahankan BI rate di 5,75 persen.

Kesimpulan dari isu perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo adalah bahwa keputusan mempertahankan BI rate di 5,75 persen sudah tepat. Ferry Latuhihin singgung isu perselisihan Purbaya dan Perry Warjiyo: Terjadi dispute, karena menaikkan suku bunga di tengah kondisi ekonomi yang rapuh sama saja dengan bunuh diri, sementara menurunkannya justru memperburuk tekanan terhadap rupiah. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan bank sentral untuk menghadapi tantangan ekonomi yang ada.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *