Helikopter milik Polisi Air Udara (Polairud) Polda Jawa Timur dikerahkan untuk membantu mencari korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura. Kebakaran tersebut terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, dan telah menewaskan beberapa orang.
Helikopter tersebut digunakan untuk memantau area kebakaran dari udara dan mempercepat proses pencarian korban. Selain helikopter, tim gabungan juga mengerahkan kapal patroli dan tim penyelam untuk mencari korban di dasar laut.
Penggunaan helikopter diharapkan dapat membantu menemukan korban lebih cepat dan mempercepat proses evakuasi. Namun, proses pencarian korban masih terus dilakukan dan diharapkan dapat segera menemukan semua korban.
Sementara itu, di Yunani, dua helikopter pemadam kebakaran bertabrakan di udara saat berupaya memadamkan kebakaran hutan di Attica barat. Dua awak helikopter tewas dan dua lainnya diselamatkan.
Helikopter-helikopter tersebut sedang dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran hutan di daerah Psatha ketika mereka bertabrakan di udara dan jatuh. Keempat awak helikopter telah ditemukan, dengan dua diselamatkan hidup-hidup dan dua lainnya ditemukan tidak sadarkan diri.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa pengendalian karhutla membutuhkan strategi terpadu, termasuk dukungan operasi modifikasi cuaca (OMC) apabila tersedia potensi awan yang memungkinkan untuk membantu menurunkan hujan dalam jumlah besar guna mendukung proses pemadaman.
Helikopter pengebom air lebih efektif ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih pada tahap awal atau saat api mulai muncul agar dapat segera ditekan sebelum meluas. BNPB menerapkan pola penempatan helikopter secara dinamis dengan melakukan reposisi armada ke provinsi prioritas berdasarkan perkembangan indeks ancaman karhutla di berbagai wilayah.
Kesimpulan, helikopter memainkan peran penting dalam mencari korban kebakaran dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Dengan menggunakan helikopter, proses pencarian korban dan pemadaman kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.





